May Day 2020, Begini Kilas Balik Ditetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh

Achmad Fardiansyah , Okezone · Jum'at 01 Mei 2020 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 337 2207639 may-day-2020-begini-kilas-balik-ditetapkan-1-mei-sebagai-hari-buruh-zcB9VCc4KB.jpg Demo buruh 1 Mei 2018 (Okezone.com/Heru)

JAKARTA - Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati tiap 1 Mei. Lazimnya May Day, para pekerja turun ke jalan-jalan berunjuk rasa menuntut kesejahteraan, menentang kapitalisme dan perbudakan terhadap buruh.

Namun, May Day 2020 lain dari biasanya. Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat sejumlah negara membatasi pergerakan warganya dan melarang kerumunan. Imbasnya tak bisa berdemo ramai-ramai.

Di Indonesia, May Day kali ini diperingati dengan bakti sosial dan sederak aksi melalui online memanfaatkan teknologi informasi. Tanpa berkumpul ramai-ramai, pesan atau aspirasi para pekerja tetap tersampaikan.

Baca juga: Mirisnya Kehidupan Buruh Media 

Lalu, seperti apa sejarah Hari Buruh? Kapan pertama kali dirayakan?

Mengutip dari laman Wikipedia, May Day bagian dari rentetan perjuangan panjang kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial.

Sejarah Hari Buruh Internasional berawal dari gerakan buruh di Amerika Serikat pada 1806. Kala itu pekerja Cordwainers mogok kerja agar tuntutanya jam kerja 19 jam hingga 20 jam dalam sehari dikurangi.

 ilustrasi

Demo buruh menolak RUU Ciptaker di depan Gedung DPR/MPR RI (Okezone.com/Fahreza)

Tuntutan itu kemudian jadi agenda bersama buruh di AS. Mereka juga menuntut uang lembur jika pekerjaannya melebihi jam kerja. Mereka bukan saja menuntut ke pemodal, tapi juga melobi pemerintah kota agar memperhatikan buruh.

 Baca juga: Begini Bentuk Perayaan May Day 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Perjuangan melawan koorporasi digerakkan pekerja di AS kemudian gaungnya sampai ke negara-negara lain. Para pekerja di berbagai negara kemudian mulai berani mengorganisasikan diri untuk menuntut hak-haknya. Terbentuklah asosiasi-asosiasi pekerja.

Asosiasi Pekerja International menggelar kongres pertama pada 3-8 September 1866 di Jenewa, Swiss. Musyawarah dihadiri sejumlah delegasi organisasi pekerja dari berbagai negara salah satunya menetapkan secara universal jam kerja sehari 8 jam.

Kongres juga menetapkan 1 Mei sebagai Hari Perjuangan Kelas Pekerja Dunia. Ini tak lepas dari inspirasi kesuksesan aksi buruh di Kanada pada 1878. Kemudian demo besar-besaran sekitar 400 ribu buruh di AS pada 1 Mei 1886, menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam. Tuntutan itu sukses setelah aksi selama empat hari menewaskan ratusan orang.

Dari peristiwa berdarah di AS tersebut, Kongres Sosialis Dunia menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini