Bebas dari Penjara, Romi Tak Bisa Kembali Jabat Ketum PPP

Achmad Fardiansyah , Okezone · Jum'at 01 Mei 2020 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 337 2207574 bebas-dari-penjara-romi-tak-bisa-kembali-jabat-ketum-ppp-8e4xMcqIfo.jpg Romi saat bebas dari Penjara didamping kuasa hukumnya (foto: istimewa)

JAKARTA - Pakar Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mudzakir menilai jika Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Romi) kembali mencalonkan diri menjadi ketua umum dianggap tidak etis. Pasalnya ia telah melakukan penyalahgunaan jabatan.

"Semestinya menghormati putusan pengadilan, mereka yang mantan napi tipikor sebaiknya tidak dicalonkan kembali, karena tidak etis," kata Mudzakir kepada Okezone, Jumat (1/5/2020).

Mudzakir menambahkan, jika Romi kembali memimpin partai berlogo kakbah itu maka hanya akan merusak citra partai berbasis agama, pasalnya masyarakat mengetahui Romi telah diduga menerima suap saat menjabat ketua umum.

"Akan merugikan partai itu sendiri. Demikian juga Romi harus malu jika masih mau mencalonkan diri lagi, karena telah menyalah gunakan jabatannya untuk menerima suap," ujarnya.

 Romi bebas

Menurutnya, Romi bukan hanya tidak pantas kembali menjadi ketum PPP karena tidak sesuai dengan norma hukum, moral dan etika. Melainkan tidak sesuai juga dengan norma agama.

"Selain norma hukum ada norma moral dan norma etika dan yang lebih penting lagi norma agama Islam bagi PPP," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini