Ada Sosok Jenderal yang Diungkap Eks Kapolda Metro ke Novel Baswedan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 30 April 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 337 2207306 ada-sosok-jenderal-yang-diungkap-eks-kapolda-metro-ke-novel-baswedan-DuEjumyBmo.jpg Sidang kasus Novel Baswedan di PN Jakarta Utara. (Foto : Youtube PN Jakut)

JAKARTA – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen M Iriawan, pernah mengungkap sosok jenderal sesaat setelah adanya aksi teror penyiraman air keras. Namun, Novel tidak mengungkap secara terang jenderal yang pernah diungkap M Iriawan.

Awalnya, kata Novel, ia sempat dijenguk M Iriawan sesaat setelah adanya kejadian teror penyiraman air keras. Saat itu, sambungnya, Iriawan menyesal kecolongan atas insiden itu dan beberapa kali menyebut salah satu jenderal.

"Beliau menyesalkan yang sudah terjadi, seperti merasa kecolongan dan beliau menyebut beberapa kali nama orang yang kemudian dia sebut 'jenderal ini'," kata Novel saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara teror penyiraman air keras di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (30/4/2020).

Pertemuan antara Novel dan Iriawan itu terjadi saat Novel dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Dalam pertemuan itu, kata Novel, Iriawan sempat berjanji menindaklanjuti peristiwa penyiraman air keras tersebut.

"Pak Kapolda menyampaikan akan segera melakukan penelusuran dan membicarakan," ujar Novel.

Novel Baswedan/Foto: Heru Haryono

Kendati demikian, Novel mengaku pada 22 Juli 2019, ia mengubah Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hal itu juga berkaitan dengan pernyataan Kapolda Metro Jaya.

"Soal ralat itu tanggal 22 Maret atau 22 Juli 2019, tim gabungan dari Polri melakukan pemeriksaan terhadap diri saya. Ada satu istilah yang terlewat, Kapolda memberitahu ke saya, padahal saya yang menyampaikan ke Kapolda," cetus Novel.

Novel Baswedan diserang dengan siraman air keras usai melaksanakan sholat subuh berjamaah pada 11 April 2017 oleh orang tidak dikenal. Satu hari kemudian, Novel dilarikan ke RS di Singapura untuk mendapatkan tindakan medis.

Novel mengalami kerusakan di bagian mata cukup parah akibat disiram air keras. Ia hampir buta. Pihak kepolisian kemudian menetapkan dua orang tersangka yang merupakan polisi aktif sebagai pelaku penyiram air keras setelah kasus ini berjalan dua tahun lamanya.

Kedua pelaku tersebut adalah Rahmat Kadir dan Ronny Bugis. Dalam kasus ini, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis didakwa melakukan perbuatan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka berat. Keduanya menyebabkan mata Novel Baswedan terluka sehingga kornea mata kanan dan kirinya terancam buta.

Terdakwa kasus penyiraman terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)

Kedua terdakwa yang merupakan polisi aktif tersebut melakukan perbuatannya dengan alasan membenci Novel Baswedan lantaran dianggap telah mengkhianati institusi Polri.

Baca Juga : Novel Baswedan Mengaku Hubungi Kapolri Usai Disiram Air Keras

 

Atas perbuatannya, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga : Novel Baswedan Keberatan JPU Sebut Matanya Disiram Air Aki

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini