Novel Baswedan Mengaku Hubungi Kapolri Usai Disiram Air Keras

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 30 April 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 337 2207246 novel-baswedan-mengaku-hubungi-kapolri-usai-disiram-air-keras-dFRC47IjMC.jpg Sidang kasus teror air keras terhadap Novel Baswedan. (Foto: Youtube PN Jakut)

JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku sempat menghubungi Jenderal Tito Karnavian usai peristiwa teror penyiraman air keras. Saat itu, Tito menjabat sebagai Kapolri.

Demikian diungkapkan Novel saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara penyiraman air keras di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang disiarkan secara langsung lewat Youtube, Kamis (30/4/2020).

"Pada saat saya diserang, saya hubungi Pak Kapolri, Pak Tito Karnavian dan kemudian Beliau menyampaikn akan perintahkan staf jajarannya untuk merespons," ungkap Novel kepada majelis hakim.

Usai melaporkan insiden penyiraman air keras ke Tito Karnavian, Novel kemudian dihubungi oleh mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen M Iriawan. Tak lama kemudian, Iriawan langsung menemui Novel Baswedan.

Novel Baswedan.

"Tak lama saya dihubungi oleh Pak Kapolda Metro pada saat datang pertama kali, datang Pak Kapolda Metro, Pak M Iriawan, rasanya juga ada Ketua KPK Pak Agus Rahardjo. Dan saat itu berapa kali Pak Kapolda Metro menyebut nama, nama orang yang cukup terlalu di kalangan hmm..," ucapnya.

Baca juga: Rapid Test, 6 Pegawai BNPB Terindikasi Positif Virus Corona

Novel Baswedan diserang dengan siraman air keras usai melaksanakan Salat Subuh berjamaah pada 11 April 2017, oleh orang tidak dikenal. Satu hari kemudian, Novel dilarikan ke RS di Singapura untuk mendapatkan tindakan medis.

Novel mengalami kerusakan di bagian mata cukup parah akibat disiram air keras, dia hampir buta. Pihak kepolisian kemudian menetapkan dua orang tersangka yang merupakan polisi aktif sebagai pelaku penyiram air keras setelah kasus ini berjalan dua tahun lamanya.

Kedua pelaku tersebut yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis. Dalam kasus ini, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis didakwa melakukan perbuatan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka berat.

Keduanya menyebabkan mata Novel Baswedan terluka sehingga kornea mata kanan dan kirinya terancam buta. Kedua terdakwa yang merupakan polisi aktif tersebut melakukan perbuatannya dengan alasan membenci Novel Baswedan lantaran dianggap telah mengkhianati institusi Polri.

Atas perbuatannya, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini