Novel Baswedan Keberatan JPU Sebut Matanya Disiram Air Aki

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 30 April 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 337 2207206 novel-baswedan-keberatan-jpu-sebut-matanya-disiram-air-aki-t59DGgdHRl.JPG Novel Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku keberatan dengan dakwaan yang dibuat Jaksa penuntut umum (JPU). Dalam dakwaan itu disebut cairan yang mengenai wajah Novel Baswedan air aki. 

"Ada yang menarik ingin saya sampaikan, saya mendengar dari penuntut bahwa air itu adalah air aki. Saya punya bukti itu bukan air aki," ujar Novel saat bersaksi di sidang lanjutan perkara teror penyiraman air keras di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (30/4/2020).

Baca Juga: Sidang Perdana Kasus Novel Baswedan, KPK Berharap Terungkap Fakta Baru

Novel menceritakan ketika pertama kali diserang menggunakan air keras. Saat itu, Novel mendengar cerita dari tetangganya bahwa seluruh bola matanya berwarna putih sesaat disiram air keras. Hingga kini, Novel mengaku belum dapat melihat dengan jelas orang-orang di sekitarnya.

"Dan sekarang pun saya mohon maaf, enggak lihat wajah yang mulia. Yang kiri saya enggak bisa lihat sama sekali, yang tadinya dioperasi untuk tolong, tapi sampai sekarang enggak bisa lihat dan itu permanen," kata dia.

"Dan yang kanan dari Singapura mata saya enggak bisa diobati dan saya lihatnya (agak buram). jadi saya sangat keberatan ketika ada yang nyebut air aki," sambungnya.

Novel Baswedan

Sebelumnya, JPU membeberkan bahwa salah satu terdakwa dalam kasus ini, Rahmat Kadir Mahulette mendapat cairan asam sulfat untuk melukai Novel Baswedan. Cairan itu diambil Rahmat usai melaksanakan apel pagi di Satuan Gegana Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Dalam surat dakwaan Jaksa disebutkan Rahmat membawa asam sulfat itu ke rumahnya untuk kemudian menuangkan ke dalam mug bewarna loreng hijau. Asam sulfat itu kemudian ditambahkan dengan air.

Rahmat Kadir dan Ronny Bugis telah didakwa melakukan perbuatan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka berat. Keduanya menyebabkan mata Novel Baswedan terluka sehingga kornea mata kanan dan kirinya terancam buta.

Baca Juga: Tim KPK Ikut Pantau Persidangan Kasus Novel Baswedan 

Kedua terdakwa yang merupakan polisi aktif tersebut melakukan perbuatannya dengan alasan membenci Novel Baswedan lantaran dianggap telah mengkhianati institusi Polri.

Atas perbuatannya, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melanggar Pasal 355 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 353 Ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 351 Ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini