KPK Sebut Selama Kasasi Wewenang Penahanan Romi Ada di MA

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 29 April 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 337 2206695 kpk-sebut-selama-kasasi-wewenang-penahanan-romi-ada-di-ma-m7TC3DedbC.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa wewenang penahanan eks Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi berada di Mahkamah Agung (MA) selama berlangsungnya kasasi.

Plt Jubir KPK Ali Fikri membantah pernyataan kuasa hukum Romi, Maqdir Ismail yang menyebut hukuman kliennya akan berakhir selama belum adanya putusan kasasi lantaran hukuman Romi akan dijatuhkan berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Berdasarkan Pasal 253 KUHAP Ayat (4) menyatakan wewenang untuk menentukan penahanan beralih ke Mahkamah Agung sejak diajukannya permohonan kasasi," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (29/4/2020).

Ali Fikri menuturkan bahwa dengan demikian maka KPK akan menyerahkan sepenuhnya penahanan Romi ke MA setelah mengajukan kasasi. "Setelah JPU menyatakan kasasi, KPK tentu sepenuhnya menyerahkan kewenangan tersebut kepada MA untuk kebutuhan kelanjutan penahanan," jelasnya

Ia menjelaskan bahwa apabila mengacu pada Pasal 28 dan Pasal 29 KUHAP maka MA dapat melakukan penahanan pada tingkat kasasi selama 50 hari dengan dapat diperpanjang 60 hari dan 30 hari ke depan.

"Serta dapat pula di lakukan perpanjangan ketiga selama 30 hari untuk perkara dengan ancaman pidana penjara 9 tahun atau lebih," tandasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Romi, Maqdir Ismail tak mempersoalkan langkah JPU KPK yang mengajukan kasasi terkait putusan banding kliennya.

Baca Juga : Setiap Hari Menteri Edhy Bagikan 15 Ribu "Nasi Ikan" Selama Ramadan

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga akan mengajukan kasasi ke MA lantaran berharap Romi bisa bebas dari kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag setelah adanya putusan dari tingkat banding.

"Ya enggak ada masalah, mereka ajukan kasasi. Kami juga sedang bersiap ajukan kasasi," kata Maqdir.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini