Curhat Dokter Corona di Sukabumi, Mandi 5 Kali Sehari hingga Jauh dari Keluarga

Yaomi Suhayatmi, · Senin 27 April 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 337 2205753 curhat-dokter-corona-di-sukabumi-mandi-5-kali-sehari-hingga-jauh-dari-keluarga-v6CS082XTI.jpg dr Giri berjibaku melawan Covid-19 (Ist)

JAKARTA - Berjibaku menyembuhkan pasien adalah tugas yang biasa diemban seorang dokter, akan tetapi menyelamatkan pasien di masa pandemi Covid-19, tentu menjadi tantangan tersendiri. Sang dokter yang merupakan bagian kecil dari seluruh anggota tim garda terdepan harus bertaruh nyawa.

Dr. Mujang Giri Rahadar,Sp.P, M.Kes, spesialis paru di RS.R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi, Jawa Barat bahkan rela menjaga jarak dengan keluarga. Sang dokter juga harus bersabar dan tetap profesional di balik baju APD yang dikenakannya selama tugas.

“Setelah memakai APD kami wajib mandi untuk membersihkan tubuh dari virus. Bahkan saya pernah mandi 5 kali sehari,” kisahnya.

Sebagai manusia biasa, diakui pria yang akrab disapa dr. Giri ini merasakan kekhawatiran terlebih karena harus langsung berinteraksi dengan pasien yang terpapar Covid-19.

“Rasa khawatir dan panik pasti ada, apalagi pada awalnya memang bisa dikatakan belum ada yang siap 100% saat rumah sakit tempat saya bertugas diberikan amanah menjadi rumah sakit rujukan, sekarang sudah lebih aman dan terkendali,” jelasnya.

Perlakukan Pasien Sebagai Anggota Keluarga

Meski resiko terpapar virus corona sangat tinggi, namun ia harus tetap memberikan pelayanan terbaik.“Kami memperlakukan pasien-pasien yang ODP, PDP, maupun yang confirm PCR dengan sebaik-baiknya. Kami perlakukan mereka seperti keluarga sendiri yang benar-benar sedang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Biasanya, kata dr. Giri, ia dan tim juga mendampingi pasien agar menjadi lebih kuat secara psikologis. “Kami memimpin pasien untuk berdoa, kami semangati dengan hal-hal positif, bahkan kami hibur mereka dengan tarian agar psikologis merekatetap terjaga dan tidak putus asa,” tuturnya

Selain turun langsung menangani pasien, dr Giri juga dipercaya sebagai Ketua Tim Penanganan Covid-19 di rumah sakit tempatnya berdinas. Sebuah tugas yang mengharuskannya bekerja lebih ekstra dan selalu siap mengambil langkah-langkah strategis.

Sampai, Minggu 26 April di Kota Sukabumi Jawa Barat tercatat 241 ODP, 27 PDP dan 22 positif terpapar Covid-19. ODP yang sudah sembuh mencapai 208. PDP yang sudah selesai pengawasan 22 orang dan 5 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan dari 22 orang yang terkonfirmasi positif, 1 orang sudah dinyatakan sembuh. Hingga saat ini di Kota Sukabumi, belum dikonfirmasi adanya pasien yang meninggal dunia.

Rindu Ramadan Bersama Keluarga

Tren Persebaran Covid-19 yang terus menunjukkan kenaikan menjadikan kota Sukabumi harus bersiaga demikian pula dr. Giri yang bertugas di rumah sakit rujukan Covid-19.

Sebenarnya dalam hati, ia bukan tak ingin menikmati moment Ramadan bersama keluarga, sholat tarawih dan itikaf di mesjid namun keselamatan bersama adalah hal utama. Apalagi sebagai ahli paru, keahliannya saat ini sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan para pasien.

“Saya sampaikan ke keluarga jangan sampai khawatir, tetap berdoa, berpikir jernih dan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus siap isolasi mandiri,” jelasnya.

Pria berusia 39 tahun ini mengatakan selain kesibukan menangani pasien, menjaga jarak dengan keluarga saat ini harus dilakukan demi keselamatan bersama. “Tidak sedikit petugas medis yang akhirnya memilih membatasi diri tidak bertemu dengan orang-orang yang dikasihinya. Itu hanya untuk menjaga agar tidak ada potensi penyebaran penyakit.”

Saling Menyemangati Sesama Rekan Tim Medis

Selain keluarga, dukungan dari rekan seprofesi juga menjadi penyemangat. “Walaupun berjauhan dengan keluarga namun tak sedikit pun menyiratkan kesedihan dan perasaan lelah. Kami saling menguatkan baik melalui chat maupun lewat telpon. Anggota tim kami yang terdiri dari berbagai profesi saya akui hebat-hebat,” tuturnya haru.

Di masa perjuangan ini ia begitu bersyukur karena semua pihak bahu membahu dalam melawan pandemi. “Dengan segala suka duka menjalani ini semua saya bersyukur, respon direktur dan teman-teman manajemen begitu sigap. Pemerintah Kota dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi tanggap dan cepat dalam menangani kondisi ini,’’ tegasnya.

Namun demikian, ia mengaku prihatin atas penolakan terhadap tim medis oleh lingkungannya bahkan hingga penolakan pemakaman jenazah tim medis yang gugur menjalankan misi dalam memerangi pandemi.

“Tapi, kembali kami ikhlas dan meyakini ini adalah takdir kami menjadi petugas medis yang InsyaAlloh akan dibalas dengan Jannah. Akhirnya saya bisa belajar instropeksi diri kenapa saya ditakdirkan menjadi ahli paru,” tutur Anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Bogor ini mencoba berbesar hati.

Ajak Warga Patuhi Anjuran Pemerintah

Dokter Umum lulusan Fakultas Kedokteran Trisakti dan Spesialis Paru Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Solo ini juga mengajak warga bersama-sama dalam melawan pandemi.

“Saya berharap masyarakat Indonesia bisa bergotong royong dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini dengan mengikuti anjuran physical distancing, pakai masker, dan menjalankan pola hidup bersih dan sehat,” harapnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk saling membantu jika ada tetangga sekitar yang terpapar virus corona. “Tolong menolonglah bila ada tetangga yang terkena, bisa dengan cara memberi sembako, ataupun memberikan semangat dengan cara lain,” katanya.

Dan, satu hal yang ia inginkah setelah pandemi ini berakhir, selain kembali menjalani hidup normal, juga ingin segera berkebun dengana kaum duafa yang ia libatkan dalam mengelola areal perkebunan miliknya.

“Saya ada kegiatan memberdayakan para petani lansia, anak yatim-piatu dan janda-janda dari kalangan tidak mampu. Alhamdulillah mereka bisa tersenyum dengan adanya lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Dr. Giri pun mengaku sudah rindu untuk bertemu mereka yang sudah lama ia tinggalkan. “Semoga bisa segera bertemu bisa memetik panen lemon-lemon kami,” harapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini