Marak Kejahatan saat Pandemi Dinilai Imbas dari Pembebasan Napi

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 27 April 2020 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 337 2205314 marak-kejahatan-saat-pandemi-dinilai-imbas-dari-pembebasan-napi-SYJ0b8EnIz.jpg Ilustrasi narapidana. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Polri mencatat angka tindak kejahatan atau kriminalitas meningkat saat pandemi covid-19. Hal itu seiring dibebaskannya puluhan ribu narapidana oleh Kemenkumham terkait kebijakan pengendalian virus corona di balik lapas dan rutan.

"Kejahatan dipicu oleh pelepasan napi puluhan ribuan orang," kata sosiolog dari Universitas Nasional (Unas) Sigit Rochadi saat berbincang dengan Okezone, Minggu 26 April 2020.

Menurut dia, para narapidana itu sulit diterima masyarakat lantaran perilakunya. "Ini bisa dilihat dari jenis kejahatan dan jenis napi yang dilepas (pidana umum)," ujarnya.

Ilustrasi penangkapan pelaku tindak kejahatan. (Foto: Okezone)

Sigit menjelaskan, para narapidana tersebut bukan hanya melakukan kejahatan untuk mempertahankan hidup, tapi sudah benar-benar menggelutinya sebagai profesi.

"Dampak lain banyak napi minta dilepas dan kerusuhan di lapas," tuturnya.

Sebelumnya pemerintah sudah membebaskan 38.822 narapidana dan anak lewat program asimilasi serta integrasi selama pandemi covid-19.

Polri mengklaim hanya 39 napi yang kembali berulah dan melakukan kejahatan.

"Yang melakukan kembali (kejahatan) ada 39 napi. Motif ada yang sakit hati, ada narkoba, dan ada ekonomi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi Okezone, Minggu 26 April 2020.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini