Cerita Perawat TNI Tangani Covid-19, Kangen Keluarga hingga Tak Bisa Makan-Minum

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 26 April 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 26 337 2205050 cerita-perawat-tni-tangani-covid-19-kangen-keluarga-hingga-tak-bisa-makan-minum-4jDphUgrd3.jpg Kapten Fitdy, Katim Perawatan Satgas Covid-19 RSD Wisma Atlet (BNPB)

JAKARTA - Kepala Tim Perawatan Satgas Covid-19 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Kapten Fitdy menceritakan kondisi para tenaga medis yang menangani pasien virus corona. Mereka tak pulang ke keluarganya demi tugas.

Fitdy yang merupakan perawat dari TNI mengaku penanganan Covid-19 adalah tugas berat.

"Pada saat ini, saya dalam figur saya sebagai seorang militer dan, seorang perawat, yang tergabung dalam satgas Covid-19 mendapatkan tugas yang sangat berat," ujar Fitdy saat konferensi pers live streaming di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta Timur, Minggu (26/4/2020).

Menurut Fitdy, banyak tenaga medis yang sudah hampir dua bulan belum bertemu dengan keluarganya demi terus bekerja menangani pasien Covid-19.

"Sehingga pada benak kami para tenaga medis yang sampai saat ini tidak pulang, mau tidak mau kami harus tetap coba melaksanakan ini dengan baik. Yakin dan percaya, saya mewakili seluruh tenaga medis yang ada saat ini, yakin semua rindu atau kangen keluarga, berkumpul, senda gurau, ataupun berbicara via telepon dan sebagainya," ujarnya.

 korona

Fitdy mengungkapkan, satu-satunya cara untuk bisa mengobati rindu dengan keluarga di rumah saat ini yaitu berkomunikasi lewat telepon di waktu senggang.

"Kami sangat memanfaatkan waktu untuk bisa tetap berkomunikasi dengan keluarga melalui video call, foto, ataupun sekadar voice call, memberikan motivasi kepada kami, semangat untuk menyelesaikan tugas ini," katanya.

Fitdy menceritakan bagaimana petugas harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) selama 8 jam dalam menangani pasien.

"Penggunaan full APD dalam pelaksanaan shift jaga kurang lebih 8 jam, kami tidak bisa makan, minum, buang air kecil. Sehingga kami harus bisa memanage itu dengan baik. Sehingga pelayanan kami ke pasien sempurna," terangnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini