Polri: Dari 38 Ribu Napi Dapat Asimilasi, Cuma 39 Orang yang Berulah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 26 April 2020 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 26 337 2205019 polri-dari-38-ribu-napi-dapat-asimilasi-cuma-39-orang-yang-berulah-Y6ZXMBQ1Zu.jpg Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono didamping AKBP M Iqbal Alqudusy (Humas Polri)

JAKARTA – Pemerintah sudah membebaskan 38.822 narapidana dan anak lewat program asimilasi dan integrasi selama pandemi Covid-19.

Polri mengklaim hanya 39 di antara napi yang dibebaskan itu kembali berulah melakukan kejahatan.

"Yang melakukan kembali (kejahatan) ada 39 napi, motif ada yang sakit hati, ada narkoba dan ada ekonomi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (26/4/2020).

 Baca juga: Napi Bebas saat Pandemi Corona Berpotensi Perluas Jaringan Kriminal

Argo mengakui ada peningkatan angka kejahatan selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Seluruh Indonesia kenaikan 337 kasus,” ujarnya.

 korona

Namun, lanjut dia, tidak semua dilakukan oleh napi yang baru bebas. Dia mencontohkan di Polda Metro Jaya, hanya satu dari sekian kasus yang pelakunya residivis program asimilasi.

Argo menilai pemberian asimilasi kepada 38.822 patut diapresiasi. "Dari 38 ribu orang lebih yang diasimilasi harusnya diapresiasi, cuma 39 orang (yang kembali berulah). Bukan yang 39 orang yang ditonjolkan terus," ucapnya.

Sebelumnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membebaskan 38.822 napi termasuk anak lewat program asimilasi dan integrasi, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di lapas maupun rumah tahanan di Indonesia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini