Nasdem: Klaster Ketenagakerjaan Melenceng dari Tujuan RUU Cipta Kerja

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 26 April 2020 09:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 26 337 2205002 nasdem-kluster-ketenagakerjaan-melenceng-dari-tujuan-ruu-cipta-kerja-SUteo8s6iA.jpg Demo buruh 1 Mei 2018 (Okezone.com/Heru)

JAKARTA – Pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja ditunda oleh DPR RI karena pandemi Covid-19 atau virus corona. Partai Nasdem menilai soal ketenagakerjaan tak relevan dengan maksud RUU Ciptaker.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Ahmad Ali mengatakan, klaster ketenagakerjaan lebih baik dibahas secara terpisah di kanal yang lebih relevan terkait ketenagakerjaan.

"Meski ada keterkaitan antara soal ketenagakerjaan dengan RUU Ciptaker namun pembahasan mengenai hal tersebut akan membuatnya melenceng dan tidak fokus dari maksud utama dicetuskannya RUU tersebut," kata Ahmad dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (26/4/2020).

Fraksi Partai NasDemmengajak kepada semua pihak untuk fokus terhadap pembahasan mengenai kemudahan berinvestasi dan debirokratisasi perizinan dalam pembahasan RUU Ciptaker.

"Jika pun dengan begitu nama RUU tersebut menjadi tidak pas maka bisa dilakukan penamaan ulang terhadap RUU dimaksud," ujar Ahmad.

 ilustrasi

Menurut Ahmad, semangat dari RUU Ciptaker relevan dengan kebutuhan bangsa dan negara saat ini. Ada tiga faktor yang setidaknya menjadi alasannya.

Pertama, alam birokrasi kita yang ruwet sekaligus kerap menjadi parasit, dan tumpang tindihnya regulasi. Kedua, krisis ekonomi global yang sudah di depan mata. Ketiga, kesiapan lapangan kerja terkait bonus demografi yang sudah mulai kita rasakan mulai tahun 2020 ini, yang puncaknya akan terjadi pada 2030-2040 nanti.

"Oleh karena itu, Fraksi Partai NasDem membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai kalangan, utamanya kalangan serikat pekerja; untuk memberikan pandangan, diskursus, kontradiskursus, dan berbagai jenis masukan lainnya dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut," papar Ahmad.

Disisi lain, kata Ahmad, NasDem mengusulkan agar ada perubahan nama dari RUU, dari RUU Cipta Kerja menjagi RUU Kemudahan Berinvestasi dan Debirokratisasi Perizininan.

(sal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini