Ridwan Kamil Perkenalkan Ventilator Karya Anak Bangsa dengan Harga Terjangkau

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 25 April 2020 23:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 25 337 2204910 ridwan-kamil-perkenalkan-ventilator-karya-anak-bangsa-dengan-harga-terjangkau-4ezyXXLASD.jpg Ridwan Kamil memperkenalkan ventilator pasien corona buatan anak bangsa. (Foto: @ridwankamil)

JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunggah sebuah kabar gembira terkait penanganan corona virus disease (covid-19) di Indonesia. Ia mengungkapkan kini PT Pindad di Kota Bandung sudah dapat memproduksi alat ventilator yang biasa digunakan pasien terpapar virus corona.

Ia menyatakan harga ventilator karya anak bangsa ini sangat terjangkau, yakni hanya belasan juta rupiah. Jauh lebih murah dibanding ventilator buatan luar negeri yang biasa dipakai.

"Berita gembira. Ventilator untuk pasien covid yang selama ini impor dan mahal sekitar 500–700 juta rupiah per unit, sekarang bisa turun menjadi hanya 10–15 juta rupiah per unit produksi PT Pindad untuk tipe pasien akut dan PT Dirgantara Indonesia untuk tipe pasien moderat," ungkap Kang Emil –sapaan akrabnya– melalui akun Instagram-nya, Sabtu (25/4/2020).

Ia menerangkan, PT Pindad yang biasanya memproduksi senjata, kini bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk bisa memproduksi 200 ventilator setiap bulannya.

Kemudian PT DI, lanjut dia, yang biasanya memproduksi pesawat terbang, sekarang berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Yayasan Salman ITB bisa memproduksi 500 ventilator per minggu.

"Insya Allah semua rumah sakit yang merawat pasien covid tidak akan kekurangan alat bantu pernapasan atau ventilator lagi dan tidak usah impor lagi," tulisnya.

Ia menyatakan inilah kerja bersama dari para inventor serta industri di Jawa Barat untuk Indonesia dan dunia dalam menangani masalah virus corona.

"Dan insya Allah, optimis #KitaPastiMenang," tegasnya.

View this post on Instagram

BERITA GEMBIRA. Ventilator untuk pasien covid yang selama ini impor dan mahal sekitar 500-700 juta rupiah per unit, sekarang bisa turun menjadi hanya 10-15 juta rupiah per unit produksi PT Pindad untuk tipe pasien akut dan PT DIrgantara Indonesia untuk tipe pasien moderat. PT Pindad, biasanya memproduksi senjata, bekerja sama dengan UI dan UGM bisa memproduksi 200 ventilator per bulan. Dan PT DI, biasanya memproduksi pesawat terbang, bekerja sama dengan ITB juga Yayasan @salmanitb bisa memproduksi 500 ventilator per minggu. Insya Allah, semua rumah sakit yang merawat pasien covid tidak akan kekurangan alat bantu pernapasan atau ventilator lagi dan tidak usah impor lagi. Inilah kerja bersama dari para inventor dan industri di Jawa Barat untuk Indonesia dan kelak dunia dalam menangani masalh covid-19. Dan Insya Allah, optimis #KitaPastiMenang

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

(han)

1
1
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini