Soal Vonis Romahurmuziy, ICW Desak KPK Ajukan Kasasi ke MA

Fadel Prayoga, Okezone · Sabtu 25 April 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 337 2204610 soal-vonis-romahurmuziy-icw-desak-kpk-ajukan-kasasi-ke-ma-w4x1IZF1yA.jpg Romahurmuziy (Foto: Okezone)

JAKARTA - Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI terhadap mantan Ketua Umum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy. Pengurangan hukuman setahun amat mencederai pemberantasan rasuah di Tanah Air. 

Diketahui, PT DKI Jakarta memotong masa tahanan Romahurmuziy. Masa tahanan Romy dipotong setelah PT DKI mengabulkan permohonan bandingnya atas perkara suap terkait jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga: Pengadilan Tinggi DKI Kurangi Hukuman Romahurmuziy Jadi 1 Tahun Penjara

Dalam amar putusannya, PT DKI menjatuhkan hukuman satu tahun pidana penjara dan denda Rp100 juta subsidair tiga bulan kurungan. Putusan PT DKI itu lebih rendah setahun dari vonis di tingkat pertama atau Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor).

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman dua tahun pidana penjara kepada Romahurmuziy. Di tingkat pertama, Romahurmuziy juga diganjar denda Rp100 juta subsidair 3 bulan kurungan.

“ICW mendesak agar KPK segera mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung,” kata Kurnia kepada Okezone, Sabtu (25/4/2020).

KPK

Menurut dia, seharusnya vonis yang dijatuhkan PT DKI itu bisa lebih berat dibandingkan dengan putusan di tingkat pertama. Bahkan, akan lebih baik jika dalam putusan tersebut Hakim juga mencabut hak politik yang bersangkutan.

“Vonis rendah semacam ini bukan lagi hal yang baru, sebab catatan ICW sepanjang tahun 2019 rata-rata vonis untuk terdakwa korupsi hanya 2 tahun 7 bulan penjara. Dengan kondisi seperti ini, maka cita-cita Indonesia untuk bebas dari praktik korupsi tidak akan pernah tercapai,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengaku bahwa pihaknya masih mempelajari pertimbangan PT DKI memotong masa tahanan Romahurmuziy. Saat ini, KPK belum menentukan sikap untuk merespons putusan PT DKI yang jauh lebih rendah dari vonis Pengadilan Tipikor tersebut.

"Selanjutnya sesuai mekanisme, tim JPU KPK akan menganalisa pertimbangan putusan tersebut dan segera mengusulkan penentuan sikap berikutnya kepada pimpinan KPK," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Masa Tahanan Dikurangi 1 Tahun, Romahurmuziy Bebas Pekan Depan

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini