Polemik yang Bikin Belva Devara dan Andi Taufan Mundur dari Stafsus Presiden

Salman Mardira, Okezone · Jum'at 24 April 2020 12:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 24 337 2204209 polemik-yang-bikin-belva-devara-dan-andi-taufan-mundur-dari-stafsus-presiden-jzAadAO0NJ.jpg Adamas Belva Syah Devara

JAKARTA – Dua anak muda yang jadi Staf Khusus Presiden Jokowi mengundurkan diri. Pertama Adamas Belva Syah Devara, disusul Andi Taufan Garuda Putra. Keduanya mundur setelah adanya polemik dugaan “memanfaatkan jabatan”.

Publik Tanah Air sempat menaruh harapan dengan diangkatnya milenial seperti Belva Devara dan Andi Taufan sebagai Stafsus Presiden. Keduanya dinilai mewakili anak muda di lingkungan kekuasaan untuk  menjadi pembeda, agen perubahan di tengah budaya birokrasi yang korup dan kaku.

Kenyataannya tak demikian. Publik justru kecewa karena keduanya dianggap tak berbeda dengan pejabat kebanyakan.  

Belva Devara

Belva Devara mundur setelah publik menyorot masuknya starup Ruangguru lewat Skill Academy sebagai salah satu mitra pelatihan Kartu Prakerja, tanpa tender. 

Kartu Prakerja adalah program andalan Presiden Jokowi dalam mengatasi pengangguran. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp20 triliun untuk program tersebut tahun ini. Rp5,6 triliun di antaranya untuk pelatihan online. Ruangguru ditunjuk jadi salah satu penyelenggara.

Publik menilai masuknya Ruangguru sebagai mitra pelatihan Kartu Prakerja tak lepas dari posisi Belva Devara yang CEO Ruangguru sekaligus Stafsus Presiden. Tudingan ada konflik kepentingan mencuat.

Belva akhirnya mengajukan pengunduran diri sebagai Stafsus Presiden Jokowi pada 15 April 2020. Surat itu diterima Jokowi dua hari setelahnya.Stafsus

Dalam surat terbuka yang diunggah di akun Instagramnya, Belva Devara mengakui mundur karena tak ingin terjadi polemik berkepanjangan soal masuknya Ruangguru dalam mitra Kartu Prakerja.

Baca juga: Penjelasan Seskab Terkait Mundurnya Belva Devara sebagai Stafsus Presiden

“Seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja,” tulis Belva Devara.⁣

“Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi/persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19.”

Andi Taufan

Andi Taufan mengikuti jejak Belva Devara mengundurkan diri dari Stafsus Presiden. Dia mengajukan surat pengunduran diri ke Jokowi pada 17 April 2020.

Baca juga: Jokowi Setuju Andi Taufan Mundur dari Stafsus Presiden

“Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil,” kata Andi Taufan dalam suratnya.

Andi Taufan mundur setelah membuat heboh karena mengirim surat ke camat seluruh Indonesia. Surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 lengkap dengan kop garuda dan tulisan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu dikeluarkan 1 April 2020.

Dalam surat itu Andi Taufan memberitahukan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) miliknya terlibat dalam menjalankan program relawan desa penanganan Covid-19. Dia meminta perangkat desa membantu Amartha.

Surat itu kemudian bocor dan viral di media sosial. Andi Taufan jadi bulan-bulanan netizen karena dinilai memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadinya.

Andi Taufan akhirnya minta maaf dan menarik surat tersebut, sebelum mengundurkan diri dari Stafsus Presiden.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini