KPK Periksa 2 Tersangka Suap Jual-Beli Fasilitas di Lapas Sukamiskin

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 24 April 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 337 2204197 kpk-periksa-2-tersangka-suap-jual-beli-fasilitas-di-lapas-sukamiskin-qsg1iOHJN3.JPG Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lapas Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, hari ini.

Kedua tersangka tersebut yakni, mantan Kepala Lapas Sukamiskin, Deddy Handoko (DHA) dan Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar (RAZ). Keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

"Keduanya dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

KPK sendiri telah menetapkan lima tersangka baru terkait pengembangan kasus dugaan suap jual-beli fasilitas di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Pengembangan perkara dilakukan setelah KPK menemukan adanya keterlibatan pihak-pihak lain.

Baca juga: Kronologi Suap 'Jual-Beli' Kamar dan Izin di Dalam Lapas Sukamiskin

Kelima tersangka itu yakni, Wahid Husen dan Deddy Handoko yang merupakan mantan Kalapas Sukamiskin, terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rah

Lapas Sukamiskin

KPK menghentikan proses penyidikan terhadap almarhum Fuad Amin karena telah meninggal dunia. KPK sudah meningkatkan perkara dari penyelidikan ke penyidikan terhadap Fuad Amin sebelum meninggal dunia.

Dalam proses penyidikan ini, KPK menduga bahwa telah terjadi pemberian beberapa mobil mewah dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin ketika itu.

Pemberian dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin itu diduga kuat agar warga binaan mendapatkan fasilitas yang mewah dan bebas keluar masuk dari balik jeruji besi.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini