Ramadhan di Tengah Corona, Putri Ma'ruf Amin Serukan Muhasabah

Hambali, Okezone · Kamis 23 April 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 337 2203718 ramadhan-di-tengah-corona-putri-ma-ruf-amin-serukan-muhasabah-TPTpDjnDCv.jpg Siti Nur Azizah. (Foto: Istimewa)

TANGSEL - Putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah mengajak semua kalangan menjadikan Ramadhan, sebagai ajang muhasabah atau instropeksi. Hal itu tak lepas atas mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Siti Azizah mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kini semua aktivitas dilakukan dari rumah masing-masing, bahkan hingga kegiatan ibadah.

"Kita tetap di rumah, berpuasa secara lahir, lalu mengolah batin dengan tetap peduli dengan sesama. Membayar hutang kasih sayang kepada keluarga, dan mencegah kemungkaran bagi alam raya secara lebih luas," kata Siti saat dihubungi Okezone, Kamis (23/4/2020). 

Menurut Azizah, pandemi kali ini mau tak mau berdampak pula pada semua sektor, seperti sosial, ekonomi, kebudayaan, politik, dan keamanan. Oleh karenanya agar tak memunculkan gejolak, dia mengajak semua lapisan masyarakat melakukan muhasabah secara mendalam.

"Dari sisi sosial kita yang masih rapuh, harus segera dikonsolidasi. Dalam hal keluarga yang selama ini terabaikan, itu harus diperkuat kembali dengan sentuhan kasih sayang," ucapnya.

Baca juga: Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1441 H Digelar Virtual

"Dalam sisi lingkungan hidup yang selama ini rusak akibat aktivitas industri, hari ini alam raya sedang memperbaiki dirinya. Sedang mereka yang meninggal karena menjadi korban (Covid-19), mendapat sahid dalam peristiwa ini," imbuh Calon Wali Kota Tangsel itu.

Dia berharap, muhasabah mampu menjernihkan kembali nilai-nilai kemanusiaan. Dengan begitu, satu sama lain akan berdiri pada barisan yang sama guna mengakhiri pandemi Covid-19.

"Agamawan dan ilmuwan yang telah lama bercerai dalam sekularisme, dipaksa rujuk dan bekerja sama menyelesaikan masalah ini. Jadi puasa kita tahun ini berdimensi holistik, terasa lebih holistik dari biasanya, bukan sekedar seremonial,” ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini