KPK Usut Kasus Suap Pengadaan Pesawat Garuda Lewat 6 Saksi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 22 April 2020 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 337 2202963 kpk-usut-kasus-suap-pengadaan-pesawat-garuda-lewat-6-saksi-9KQCgPCk18.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan pesawat, dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolly Royce Plc untuk Garuda Indonesia. Pengusutan kasus ini ditelisik lewat enam saksi.

Penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap enam saksi pada hari ini. Keenam saksi tersebut yakni, Pensiunan Pegawai PT Garuda Indonesia, Agus Wahjudo; dua pihak swasta Rullianto Hadinoto dan Sri Endang Nurliana.

 Baca juga: KPK Didukung Organisasi Dunia Usut Kasus Korupsi Pesawat Garuda

Kemudian dua Staf PT Almaron Perkasa, Heni Febrian dan Catarina Niken Saraswati; serta seorang Notaris Irfan Mediawan. Keenamnya akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Hadinoto Soedigno (HS).

"Mereka dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk penyidikan tersangka HS," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2020).

Hadinoto Soedigno sendiri merupakan mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia yang telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara ini. Ia diduga terlibat dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015.

 Baca juga: KPK Dalami Aliran Uang di PT Mabua Harley Davidson Terkait Suap Garuda

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat tahun anggaran 2008 - 2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Sebeumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo‎ sebagai tersangka kasus‎ dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Emirsyah diduga telah menerima sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

Kemudian, KPK mengidentifikasi adanya dugaan suap dalam pengadaan pesawat selain jenis Airbus. KPK menduga ada indikasi suap dalam pembelian pesawat jenis Bombardier dan Avions de Transport Regional (ATR). Total suap yang berhasil diidentifikasi KPK sebesar Rp‎100 miliar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini