Pandemi Corona, Ketua Dewan Pers: Banyak Media Beritakan Pasien Sembuh

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 20 April 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 337 2201942 pandemi-corona-ketua-dewan-pers-banyak-media-beritakan-pasien-sembuh-J0IkG1HoNT.JPG Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh (Foto: Okezone.com/Feri Usmawan)

JAKARTA - Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh menyebut, selama pandemi virus corona (Covid-19), mayoritas media kebanyakan mengangkat topik yang positif. Seperti halnya tentang kesembuhan pasien yang sebelumnya terpapar virus tersebut.

“Tetapi yang perlu kita cermati topiknya, yaitu ternyata kawan-kawan kita media senang sekali memberitakan pasien sembuh,” kata Nuh saat rapat kerja dengan Komisi I DPR secara virtual, Senin (20/4/2020).

Dia menuturkan, adanya mayoritas topik pemberitaan terkait kesembuhan pasien tersebut diharapkan dapat membangun optimisme kepada masyarakat terkait virus corona, namun juga tidak boleh diremehkan.

“Artinya apa? Ini harapan besar kita kebetulan kena urusan Covid-19 ini mudah-mudahan segera sembuh sehingga begitu ada sembuh diberitakan luar biasa, jumlahnya untuk memberikan optimis dalam masyarakat. Bahwa memang ini (Covid-19) bisa disembuhkan tapi sekaligus tidak boleh meremehkan,” tutur Nuh.

Nuh memaparkan topik kedua yang banyak diberitakan oleh media massa mengenai lockdown atau yang sekarang ini diterapkan pemerintah yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Apalagi selama PSBB akan menimbulkan persoalan-persoalan di masyarakat dan menjadi sorotan awak media.

Ilustrasi

“Selama kita melakukan lockdown atau PSBB sektoral efektivitasnya akan rendah, bahkan mungkin akan menimbulkan persoalan. Di sini lah kawan-kawan media terus memberikan saran, kritik, pandangan dan itu mohon tidak dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Tetapi bagian ikhtiar untuk menyempurnakan policy yang kita terapkan,” jelasnya.

Hanya saja dia mengingatkan kepada semua media untuk tetap menjaga kode etik jurnalistik dalam memberitakan pandemi virus corona atau Covid-19 di Tanah Air. Tujuannya agar tidak menyampaikan informasi yang membingungkan masyarakat nantinya.

"Tetap kode etik jurnalistik itu menjadi ruh dari kawan-kawan, sehingga kami melihatnya sepanjang masih berada di koridor jurnalistik maka kritik itu bagian dari usaha dan tugas untuk melakukan itu. Walaupun itu harus disampaikan dalam bahasa yang santun," tutupnya.

(put)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini