Cara Agar Anda Tidak Membatasi Diri Selama Pandemi Covid-19

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 20 April 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 337 2201867 cara-agar-anda-tidak-membatasi-diri-selama-pandemi-covid-19-AOkNIOIoh0.jpg Motivator Meery Riana/Foto: Sosmed BNPB

JAKARTA - Motivator Merry Riana meminta warga tidak membatasi diri ketika menghadapi pandemi virus corona atau covid-19. Masyarakat harus tetap produktif meski di tengah situasi serba terbatas saat ini.

Merry merincikan cara bagaimana agar situasi tersebut bisa dilakukan. Masyarakat harus mengerti soal tiga lingkaran pembelajaran atau Three Circle of Learning.

"Pertama adalah partisipasi. Untuk bisa maksimalkan hidup, kita harus partisipasi. Maksudnya, pro-aktif walaupun di runah gerakan terbatas, tapi masih bisa partisipasi. Contoh mendengarkan siaran pers melalui streaming. Intinya jangan membiarkan keterbatasan menghambat hal-hal yang sebenarnya bisa Anda lakukan," kata Merry dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB Jakarta, Senin (20/4/2020).

Baca juga: Cara Mengatur Jadwal Kerja Jarak Jauh saat Pandemi Covid-19

Kedua, open mind atau membuka pikiran. Pasalnya, hal itu juga memengaruhi produktifitas seseorang ketika mengalami keterbatasan ruang gerak.

"Harus open mind, tidak ada gunanya kalau pikiran Anda tertutup. Jadi harus terbuka. Siap menerima hal baru, di saat seperti ini penting," ujar Merry.

Three Circle of Learning yang terakhir adalah action atau beraksi. Dalam tahapan ini, masyarakat harus mengaktualisasi diri setelah mendapatkan pembelajaran dari sumber manapun.

Baca juga: Cerita Pasien Corona Sembuh, Sempat Berpikir Akan Meninggal

"Action itu paling penting yang membedakan ada orang hidupnya berubah setelah mendapatkan materi. Semua hal tak ada gunanya kalau tak digunakan. Jangan hanya mencatat saja tapi dipraktikan. Itu tiga hal basic," tutur Merry.

Merry menambahkan, pandemi Covid-19 bukan hanya dirasakan di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Oleh sebab itu, seluruh masyarakat harus merasa memiliki tanggung jawab atas permasalahan tersebut.

"Ini tugas dan tanggung jawab kita semua yang peduli memutuskan untuk tidak keluar. Bukan berarti tidak keluar, terputus dunia luar tetapi tetap beraktivitas walaupun kapasitas terbatas," ujar Merry.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini