31.615 Desa Miliki Pos Pantau Pemudik Berstatus ODP Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 19 April 2020 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 19 337 2201642 31-615-desa-miliki-pos-pantau-pemudik-berstatus-odp-covid-19-aOPBpPI9qA.jpg Area wajib cek suhu tubuh (Okezone.com/Achmad)

JAKARTA - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendata sudah ada 31.615 desa yang membentuk pos jaga desa. Pos ini untuk memantau kedatangan para pemudik di desanya dalam rangka mencengah penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Itu ada sudah dilakukan oleh 31.615 desa, atau dengan kata lain 42 persen desa di Indonesia sudah melakukan pemantauan terhadap pemudik," kata Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers daring di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (19/4/2020).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menetapkan bahwa pemudik masuk dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP) corona.

"Pemudik atau siapapun dari rantau datang ke desa itu berstatus ODP. Maka tugas relawan desa yang lain adalah membentuk atau menyiapkan ruang isolasi desa. Ruang isolasi desa ini penting, karena tidak semua rumah di desa bisa dijadikan tempat isolasi mandiri," bebernya.

 korona

Kemendes PDTT mencatat ada 8.954 desa yang sudah mendirikan ruang isolasi untuk ODP, dengan fasilitas lebih dari 35.000 tempat tidur. Ruang isolasi tersebut berada di balai desa, ruang pertemuan desa maupun gedung yang ada di desa, seperti PADU, sekolah, maupun rumah penduduk yang dikosongkan.

"Ruang-ruang yang memang telah dipersiapkan dilengkapi fasilitas kamar mandi, air, listrik dan logistik," katanya.

Hingga kini tercatat ada 24.519 ODP tersebar di desa-desa dalam 17 provinsi. Jawa Barat terbanyak yakni 1.779 desa dengan jumlah ODP 11.832; Riau 168 desa dengan 8.988 ODP; NTB 67 desa dengan 891 ODP; dan Bali 208 desa dengan 501 ODP.

Kemendes PDTT mencatat 40.098 desa di 33 provinsi telah terbentuk Tim Relawan Desa Lawan Covid-19. Jumlah ini sekitar 53% dari total desa di Indonesia. Jumlah relawan 1.089.923 orang.

Di samping itu, desa telah memiliki panduan pencegahan sehingga membantu pelaksanaan di lapangan. Sejumlah aktivitas tercantum dalam panduan tersebut, seperti memberikan edukasi Covid-19 kepada masyarakat hingga penyiapan dan penanganan logistik terkait isolasi maupun logistik untuk kepentingan lainnya.

Relawan Desa ini beranggotakan kepala desa sebagai ketua, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai wakil dan aparat desa serta berbagai tokoh sebagai anggota. Dalam pelaksanaan kegiatan, Babinkamtibmas, babinsa dan pendamping desa berperan sebagai mitra.

Relawan Desa Lawan Covid-19 juga memiliki tugas-tugas sebagai berikut, yakni mencegah dan menangani Covid-19, serta melakukan koordinasi intensif dengan dinas kesehatan, dinas pemberdayaan masyarakat desa dan badan penanggulangan bencana daerah.

Desa yang telah membentuk tim melakukan pengaktifan pos jaga gerbang desa yang berlaku 24 jam. Ini sangat berperan untuk mendata dan memeriksa tamu yang memasuki desa. Pendataan tersebut meliputi kondisi kesehatan dan tempat domisili sebelum memasuki desa.

Apabila mendapati warga dengan kondisi kurang sehat, relawan akan mencatat dan merekomendasikan warga tersebut untuk melakukan isolasi mandiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini