Menkumham: Napi Asimilasi Berulah Lagi Bakal Dijebloskan ke Sel Pengasingan

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 13 April 2020 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 337 2198504 menkumham-napi-asimilasi-berulah-lagi-bakal-dijebloskan-ke-sel-pengasingan-xMAuszFnRq.jpg Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menegaskan warga binaan pemasyarakatan yang dibebaskan karena asimilasi terkait pandemi Covid-19 akan terus diawasi. Bila mereka kembali berbuat kejahatan akan mendapatkan sanksi berat.

“Jika berulah lagi, warga binaan asimilasi dimasukkan ke straft cell (sel pengasingan). Saat selesai masa pidananya, diserahkan ke polisi untuk diproses tindak pidana yang baru,” kata Yasonna dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2020).

Saat ini, kata Yasonna, sudah lebih dari 35 ribu warga binaan pemasyarakatan yang menjalani program asimilasi dan integrasi di tengah pandemi Covid-19. Mereka adalah warga binaan pemasyarakatan yang sudah menjalani 2/3 masa hukuman.

Baca Juga: Mayoritas Pasien Covid-19 Meninggal Usia di Atas 50 Tahun 

Dari jumlah tersebut, tercatat ada 10 warga binaan yang kembali berulah saat menjalani program asimilasi dan integrasi. Mereka kembali ditangkap karena kasus mencuri, mabuk dan kekerasan, serta kasus narkoba.

“Ada yang bilang program ini gagal dan mengancam keamanan nasional. Saya rasa sebaliknya. Ini bukti koordinasi pengawasan berjalan baik,” tuturnya.

Ilustrasi 

Yasonna menjelaskan, dasar pemberian asimilasi dan integrasi pada puluhan ribu warga binaan karena alasan kemanusiaan serta lapas yang over kapasitas di tengah pandemi Covid-19.

Yasona meyakini programnya tersebut akan berhasil dengan kerja sama semua pihak, koordinasi Ditjen PAS serta penegak hukum, masyarakat, dan pihak keluarga yang memberi jaminan.

“Jika ada berita tentang warga binaan kembali berulah, segera koordinasi ke Polres setempat. Periksa, jika itu adalah warga binaan yang diasimilasikan, langsung masukkan lagi ke straft cell,” ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini