Di Tengah Pandemi Corona, Ribuan Calon Pengantin Daftar via Online

Dani Jumadil Akhir, Okezone · Senin 13 April 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 337 2198317 di-tengah-pandemi-corona-ribuan-calon-pengantin-daftar-via-online-gLLefmQRqr.jpg Ilustrasi pernikahan. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Kementerian Agama menyatakan layanan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) dihentikan sejak 1 April 2020. Proses pendaftaran kemudian dilakukan secara daring (online) melalui situs simkah.kemenag.go.id.

Hal itu sebagai upaya pencegahan persebaran corona virus disease (Covid-19). Namun, bukan berarti layanan pencatatan dan akad nikah berhenti.

Dijelaskan, layanan pencatatan dan akad terus berjalan untuk calon pengantin yang sudah mendaftar sebelum 1 April. Jumlahnya bahkan mencapai puluhan ribu.

"Sekarang kita tidak menyelenggarakan layanan pernikahan bagi mereka yang terdaftar setelah 1 April. Calon pengantin yang sudah mendaftar sebelum 1 April, jumlahnya besar, sehingga masih terjadi peristiwa nikah," jelas Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Senin (13/4/2020).

Ia mengungkapkan, di Jawa Timur saja misalnya ada 18 ribu calon pengantin yang sudah terdaftar sebelum 1 April. Di Sulawesi Selatan hampir 2 ribu.

"Jadi masih ada peristiwa nikah yang terjadi hingga saat ini dan dilayani KUA dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," sambung Plt Dirjen Pendidikan Islam itu.

Dia melanjutkan, terkait penerapan protokol kesehatan tersebut, pelayanan akad dan pencatatan nikah saat ini hanya dilakukan di KUA, tidak di luar. Aturan tersebut berlaku sampai tertanganinya wabah covid-19 karena kebijakan tersebut menjadi bagian upaya pencegahan persebaran.

Kamaruddin menambahkan, calon pengantin yang telah mendaftar setelah 1 April juga sangat besar. Berdasarkan data simkah.kemenag.go.id tercatat sampai sekarang sudah hampir 30 ribu pasangan yang mendaftar secara daring.

"Pelayanan di KUA juga masih terus berjalan, meski secara online. Kita berharap kondisi bisa segera normal sehingga masyarakat bisa menggelar akad nikah dalam suasana yang lebih meriah sebagaimana biasanya," pungkasnya. 

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini