PGI Usulkan Gereja Kosong Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Positif Corona

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Minggu 12 April 2020 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 12 337 2197942 pgi-usulkan-gereja-kosong-dijadikan-tempat-isolasi-pasien-positif-corona-GmmJxuinuW.JPG Sekretaris Umum PGI, Pdt Jacky Manuputty (Foto: Youtube BNPB)

JAKARTA - Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt Jacky Manuputty mengusulkan agar gereja-gereja di Indonesia dapat dijadikan tempat isolasi bagi pasien yang terjangkit virus corona atau Covid-19. Apalagi saat ini kegiatan di gereja sedang ditiadakan sebagai bentuk upaya memutus rantai virus ini.

“Gereja-gereja bisa menyiapkan gedung-gedung gereja yang saat ini kosong dan tidak dipakai untuk tempat isolasi bagi mereka yang terpapar corona, bilamana itu layak dan dibutuhkan,” ujar Pdt Jacky dalam konferensi pers di Graha BNPB yang disiarkan melalui saluran YouTube BNPB, Minggu (12/4/2020).

Dia menuturkan, gereja juga harus siap membantu masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi wabah virus corona. Seperti halnya membantu di bidang ekonomi sebagai imbas dari virus pandemi tersebut.

“Misalnya keterpurukan ekonomi dan naiknya angka pengangguran akibat PHK dan sebab lainnya. Inilah saatnya panggilan penderitaan yang harus dijalani dengan iman yang selalu terarah kepada kristus yang menderita, mati dan dibangkitkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jacky menekankan sejarah gereja dalam menghadapi bencana sidah ada sejak dulu. Karena itulah dia berharap semua umat kristiani dapat berpartisipasi didalam membantu bangsa Indonesia yang sedang mengahadapi Covid-19.

Infografis COVID-19

“Saat ini indonesia dalam bencanan nasional akibat merebaknya pandemi corona. Orang-orang kristen bukanlah penumpang di bangsa ini. Kita adalah warga bangsa yang sejak awal turut membentuk keutuhan bangsa ini,” imbuh dia.

“Karenanya, ketika bangsa ini berada dalam situasi bencana, kita wajib membelanya dalam kerjasama yang utuh dengan warga bangsa lainnya. Apapun perbedaan latar belakangnya, corona tidak mengenal aliran agama, etnis, status kesejahteraan ataupun perbedaan politik. Virus corona hanya tahu bahwa ia melompat dari satu manusia ke manusia lainnya dalam jarak dekat,” tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini