Jenazah Tenaga Medis Positif Covid-19 Ditolak, Pemerintah: Tidak Ada Alasan Menolak dan Takut!

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 11 April 2020 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 11 337 2197661 jenazah-tenaga-medis-positif-covid-19-ditolak-pemerintah-tidak-alasan-menolak-dan-takut-eWORN8YTeY.jpg Jubir Covid-19, Achmad Yurianto.

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto meminta masyarakat tidak melakukan penolakan jenazah pasien positif corona yang meninggal dunia.

Hal ini menanggapi penolakan oknum masyarakat terhadap jenazah seorang perawat RS Kariadi Semarang, yang meninggal setelah terjangkit Covid-19. Video penolakan viral karena ibu korban sampai memohon-mohon ke warga agar jenazah pahlawan kesehatan itu diterima masyarakat.

Yurianto menekankan, tenaga medis yang meninggal karena terpapar virus corona merupakan saudara sebangsa dan setanah air. Oleh karenanya, ia meminta agar tidak adalagi warga yang menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19.

"Mereka adalah saudara kita yang terpaksa harus gugur dalam melaksanakan tugasnya. Mereka keluarga kita. Oleh karena itu, mari kita hormati mereka. Tidak ada alasan kita menolak, tidak ada alasan takut," kata Yurianto saat menggelar konpers yang ditayangkan BNPB, Sabtu (11/4/2020).

Yurianto. 

Dijelaskan Yurianto, pemerintah telah membuat protokol tentang penguburan jenazah. Protokol itu dibuat sesuai dengan edaran Kementerian Agama (Kemenag) dan aturan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 8 Tahun 2020.

Baca juga: Bertambah 21, Pasien Positif Covid-19 Meninggal Jadi 327 Orang

"Pengurusan jenazah yang terpapar telah dilakukan seusai dengan protokol medis yang ada dan dilaksanakan oleh pihak-pihak terlatih dan berwenang melakukan itu," imbuhnya.

Oleh karena itu, Yurianto berharap, tidak adalagi warga yang menolak jenazah Covid-19. Ditegaskan Yurianto, pemerintah telah melakukan upaya semaksimal mungkin untuk melindungi warganya dari penyebaran virus corona.

"Tidak ada lagi alasan untuk masyarakat takut atau bahkan menolak hal ini. Kami berupaya melindungi semuanya. Kita sungguh-sungguh. Kemenag dan Fatwa MUI telah mendukung bersama-sama penatalaksanaan ini sebaik-baiknya," tegasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini