Debu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Menyebar hingga Bengkulu

Demon Fajri, Okezone · Sabtu 11 April 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 11 337 2197615 debu-vulkanik-erupsi-gunung-anak-krakatau-menyebar-hingga-bengkulu-KlQ2hFEEHn.jpeg Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: BNPB)

BENGKULU - Berdasarakan Red Green Blue (RGB) citra satelit cuaca himawati, pukul 12.01 WIB, Sabtu (11/4/2020), debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan terdeteksi bergerak ke arah barat laut Provinsi Bengkulu. 

Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Fatmawati-Soekarno Bengkulu, Haris Syahid Hakim mengatakan, dari citra satelit debu vulkanik menyebar merata di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu. 

Debu berada di ketinggian 500 Millibars (Mb) atau setara dengan 18.000 kaki. ''Di langit sedikit berwarna abu-abu. Debu vulkanik terus bergerak ke arah barat laut ke atas. Penyebarannya merata se-Provinsi Bengkulu,'' kata Haris, saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (11/4/2020). 

Baca juga: Gunung Krakatau Disebut Sebabkan Pulau Jawa dan Sumatera Terpisah, Ini Penjelasan PVMBG

Debu vulkanik, kata Haris, tidak mempengaruhi jarak pandang. Di mana jarak pandang masih normal atau 10 kilometer (KM), dutambah dengan kondisi cuaca cerah. 

''Saat ini jarak pandang masih normal, 10 Km lebih. Kondisi cuaca cerah,'' jelas Haris. 

(Foto: Susi Air)

Sebagaimana diketahui, erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung, terjadi pada Jumat 10 April 2020, sekira pukul 22.35 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati sekira 500 meter di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut).  

Di mana kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 38 menit 4 detik. Dari pantauan PVMBG letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi, sekira pukul 05.44 WIB.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini