Sidang Perdana, Abu Rara Penusuk Wiranto Didakwa Lakukan Teror

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 09 April 2020 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 09 337 2196815 sidang-perdana-pelaku-penusukan-wiranto-didakwa-lakukan-tindakan-teror-4IbB0mPcZr.jpg Mantan Menko Polhukam Wiranto. (Ist)

JAKARTA – Terdakwa kasus penusukan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Berdasarkan surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Abu Rara bersama-sama istiri Fitria Diana dan mengajak anaknya melakukan tindakan teror.

"Bahwa perbuatan terdakwa bersama saksi Fitria Diana alias Fitria Adriana alias Shafiyyah alias Pipit bin Sunarto dapat menciptakan suasana ketakutan dan trauma serta keresahan bagi warga masyarakat Pandeglang pada khususnya. serta masyarakat Indonesia pada umumnya," tulis dakwaan tersebut yang diterima Okezone, Kamis (8/4/2020).

Jaksa mengatakan, Abu Rara pada Oktober 2018 telah melakukan baiat di Desa Tulung Rejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, untuk patuh, taat, setia kepada Abu Bakar Al Baghdadi yang merupakan pimpinan ISIS di Suriah untuk wajib melaksanakan semua amaliyah jihad untuk menegakkan Syariah Islam di Indonesia.

Untuk melakukan amaliyah jihad tersebut terdakwa melakukan Idad berupa pelatihan fisik dan memanah bertempat dan telah mempersiapkan peralatan berupa pembelian senjata tajam berupa pisau kunai dan pisau kartu secara online.

Namun, pasca penangkapan kelompok JAD di Bekasi yakni Abu Zee pad September 2019, terdakwa takut ditangkap sehingga mengatur rencana untuk menusuk Wiranto saat mendengar akan ada kunjungan di alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.

"Bahwa setelah mendengar masyarakat disuruh menjauh dari lapangan alun-alun Menes karena rombongan Menko Polhukam akan datang maka terdakwa bersama saksi Fitria Diana alias Fitria Adriana alias Shafiyyah alias Pipit dan anak Ratu Ayu Lestari menempati posisi di Timur Gapura masuk alun alun Menes," terang jaksa dalam dakwaan tersebut.

Kemudian, saat kendaraan rombongan Wiranto berhenti di depan gapura alun-alun Menes, terdakwa mendekati Wiranto sambil mengambil atau menarik pisau kunai dari manset tangan kirinya dengan menggunakan tangan kanan dan tiba-tiba menusuk perut Wiranto. Terdakwa juga menyerang orang lain dengan cara membabi buta sehingga mengenai dan melukai saksi Fuad Syauqi.

Melihat terdakwa sudah melakukan penyerangan, saksi Fitri Diana langsung mengeluarkan pisau kunai dari dalam manset dan melakukan penyerangan/penusukan terhadap saksi Kompol Dariyanto dari arah belakang sehingga luka di bagian punggung.


Baca Juga : 40 Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 Pasca-Penusukan Wiranto

Atas perbuatan ini jaksa menilai Abu Rara telah melanggar Pasal 15 juncto Pasal 6 juncto Pasal 16 A UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU Nomor 15 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini