nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Tindak 18 Kasus Penyimpangan Terkait APD, 33 Orang Jadi Tersangka

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 14:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 09 337 2196661 polri-tindak-18-kasus-penyimpangan-terkait-apd-33-orang-jadi-tersangka-QtsFO7JG6M.jpg Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Adi Saputra. (Foto : BNPB)

JAKARTA – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, mengatakan Polri telah mengungkap 18 kasus terkait indikasi terjadinya penyimpangan atau penyalahgunaan dalam produksi dan pendistribusian alat pelindung diri (APD), hingga Kamis (9/4/2020).

"Dari 18 kasus ini, modus operandinya adalah memainkan harga, menimbun, menghalangi, dan menghambat jalur distribusi alat kesehatan, serta memproduksi dan mengedarkan APD, hand sanitizer, atau alat kesehatan lainnya yang tidak sesuai dengan standar dan izin edar," ujar Asep, dalam konferensi pers secara daring di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Khusus menyikapi dan sekaligus mengantisipasi keterbatasan jumlah APD, hand sanitizer dan alat kesehatan lainnya, Asep mengatakan Kapolri telah mengeluarkan Surat Telegram nomor 1.101 IV Tahun 2020.

Surat Telegram ini untuk menjadi pedoman penanganan pekara dan pelaksanaan tugas selama pencegahan Covid-19.

Dari 18 kasus tersebut, Asep melanjutkan, terdapat 33 tersangka, dan dua di antaranya ditahan.

Para tersangka kemudian dipersangkakan dengan dua undang-undang. Pertama, UU No 7 Tahun 2012 tentang Perdagangan, untuk pelanggaran Pasal 29 dan Pasal 107, ancaman hukumannya adalah 5 tahun penjara, dan denda Rp50 miliar.

Kedua, dipersangkakan pula para pelaku tentang UU No 36, perihal kesehatan. Untuk pelanggaran Pasal 98 dan 196, ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

Alat pelindung diri. (Foto : Dok Kemenkes)

"Penegakan hukum yang dilakukan Polri adalah merupakan upaya yang paling akhir atau ultimum premidium karena yang kami kedepankan adalah pola pendekatan kepolisian yang bersifat preemtif dan juga preventif," kata Asep.

Pendekatan preemtif dilakukan dengan memberikan imbauan dan kemudian melakukan pemantauan yang sifatnya untuk mengingatkan dan juga pencegahan. Apabila kedua upaya ini tidak efektif, upaya penegakan hukum menjadi pilihan terakhir untuk memberikan jaminan kepastian kepada para pelaku kejahatan tersebut.

Selanjutnya, sebagai upaya yang berkelanjutan, Polri terus melakukan koordinasi dan pengawasan bersama dengan dinas kesehatan, serta para distributor demi menjamin ketersediaan alat kesehatan bagi masayarkat, khususnya para tenaga medis.

Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada seluruh pelaku usaha, baik yang memproduksi maupun mendistribusikan, alat perlindungan diri (APD) harus mentaati ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan undang-undang.

"Apabila ini tidak dipatuhi ada perundang-undangan yang mengatur dengan perangkat ancaman hukuman pidananya. Jadi, hal ini bagi para pelaku usaha hendaknya menjadi perhatian khusus," kata Asep.

Secara umum, Asep menyampaikan, penggunaan APD bagi Polri dalam tugas sehari-hari adalah menjadi sebuah keharusan, baik dalam tugas rutin, tugas yang sifatnya mobilitas dan pelayanan kepada masyarakat.


Baca Juga : Ini Kriteria APD yang Aman bagi Tenaga Medis Covid-19 Versi Kemenkes

Misalnya, berkunjung atau sambang, berpatroli, menolong masayakarat ketika terjadi kecelakaan dan khususnya anggota kepolisian yang melayani pasien-pasien di Rumah Sakit Kepolisian ataupun yang sedang diperbantukan sebagai tenaga medis di rumah sakit yang terlah ditunjuk, khususnya seperti Rumah Sakit Darurat.

Dalam menyikapi penyebaran Covid-19, Polri mengajak masyarakat bersama-sama mengedepankan rasa simpati, empati, dan gotong royong sehingga bangsa Indonesia kembali dalam kondisi yang sehat dan normal seperti sedia kala.

"Mari kita meningkatkan disiplin dalam melaksanakan physical distancing dengan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah," ujar Asep.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini