nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Kriteria APD yang Aman bagi Tenaga Medis Covid-19 Versi Kemenkes

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 13:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 09 337 2196613 ini-kriteria-apd-yang-aman-bagi-tenaga-medis-covid-19-versi-kemenkes-R9wwV16mfr.JPG Dirjen Yankes Kemenkes RI, Bambang Wibowo (Foto: YouTube BNPB)

JAKARTA - Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Bambang Wibowo mengungkap kriteria Alat Pelindung Diri (APD) yang aman dan sesuai standar bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

Menurut Bambang, yakni APD yang digunakan harus memberikan perlindungan terhadap bahaya yang spesifik baik langsung maupun tidak langsung. APD harus mampu menahan kontaminasi percikan yang mengandung virus.

"Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam pemilihan APD adalah harus dapat memberikan perlindungan terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya-bahaya yang dihadapi seperti percikan, kontak langsung maupun tidak langsung," kata Bambang dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Ketua Aliansi Telemedis Indonesia itu menambahkan, pemilihan APD selanjutnya adalah harus bahan yang ringan nyaman dan fleksibel saat digunakan. Selain itu bahan yang dipakai tidak menimbulkan bahaya tambahan dan tidah mudah rusak.

"APD hendaknya seringan mungkin dan nyaman digunakan, dapat dipakai secara fleksibel, tidak menimbulkan bahaya tambahan, tidak mudah rusak," ujar Bambang.

Kemudian, kata Bambang, APD juga harus memenuhi ketentuan yang ada, pemeliharaanya mudah dan tak membatasi gerak petugas kesehatan saat memakai APD.

Ilustrasi

"(APD) memenuhi ketentuan dari standar yang ada, pemeliharaan mudah dan tidak membatasi gerak petugas kesehatan," ucap Bambang.

Tak hanya itu, Bambang menuturkan penggunaan APD yang tepat mampu mencegah transmisi virus yang menyerang saluran pernapasan manusia tersebut.

"Penggunaan APD yang tepat akan mempu bertindak sebagai penghalang bahan infeksius seperti virus dan bakteri pada kulit mulut hidung atau selaput lendir mata bagi tenaga kesehatan maupun pasien," tutur Bambang.

Penggunaan APD kata Bambang juga sebagai penghalang yang memiliki potensi untuk memblokir penularan yang kontaminan seperti darah, cairan tubuh dan sekresi pernapasan.

Bambang menyebut penggunaan APD tepat juga harus disertai praktik penggunaan pengendalian infeksi lainnya oleh tenaga kesehatan baik dokter dan perawat.

"Penggunaan APD yang tepat guna juga harus disertai praktik pengendalian infeksi lainnya oleh tenaga kesehatan baik dokter gigi maupun perawat seperti mencuci tangan yang benar pada lima momen, etika batuk dan bersin, serta penting pemindahan atau pembuangan APD yang telah terkontaminasi atau telah digunakan untuk mencegah terpaparnya pemakai dan pemakai yang lain terhadap bahan infeksius," tutup Bambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini