nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah: PSBB Bukan Melarang, Tapi Membatasi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 20:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 08 337 2196298 pemerintah-psbb-bukan-melarang-tapi-membatasi-zo0uTAxdj7.jpg Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan bahwa, opsi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberikan pada Pemerintah Daerah untuk meningkatkan efektivitas Physical Distancing. Menurutnya, PSBB bukan dalam artian memberi larangan, namun membatasi.

"Tujuan dari pembatasan sosial, bukan dimaknai melarang tapi membatasi, karena kita sama-sama pahami faktor pembawa penyakit ini adalah manusia," kata Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/3/2020).

 Korban Covid-19

Yurianto menyebut, pemerintah melakukan pembatasan dalam artian kegiatan lantaran banyak ditemukan kasus positif Covid-19 tanpa gejala. Dia mengatakan, masih banyaknya masyarakat yang abai terhadap psysicial distancing turut menjadi penyebab penularan Covid-19.

"Kemudian, masih banyak kelompok masyarakat yang rentan, yang mengabaikan physical distancing, mengabaikan untuk menjaga jarak, mengabaiikan untuk tidak rajin mencuci tangan. Sehingga akibatnya adalah penularan yang terus terjadi," papar Yurianto.

Yurianto turut meminta agar masyarakat wajib mengenakan masker dimanapun berada. Sebab, tak ada yang tahu dimana virus Covid-19 itu bersarang dan menjangkit di orang tanpa gejala.

"Kita wajib menggunakan masker ketika berada di ruang publik, manakala ada di luar rumah. Krn kita tidak pernah tahu orang disekitar kita apakah menderita Covid-19 tanpa keluhan, tanpa gejala atau yang kita sebut dengan Orang Tanpa Gangguan (OTG)," tutup Yurianto.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini