nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkuat Physical Distancing, Pemerintah Pusat Persilakan Pemda Ajukan PSBB

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 16:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 08 337 2196190 perkuat-physical-distancing-pemerintah-pusat-persilakan-pemda-ajukan-psbb-kD26rINvgr.jpg Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (BNPB)

JAKARTA – Pemerintah pusat mempersilakan pemerintah daerah (pemda) untuk mengajukan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu merupakan strategi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, permohonan tersebut dibuka untuk Pemda lantaran selama ini masyarakat masih belum terlalu disiplin dalam menjalankan physical distancing.

"Pemerintah kemudian berikan kesempatan pada pemda untuk ajukan PSBB, dalam kaitan tingkatkan physical distancing," kata Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta Rabu (8/4/2020).

PSBB, kata Yuri, bukan dimaknai sebagai pelarangan atau pembatasan masyarakat. Namun, harus dilihat sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran corona yang semakin hari semakin meningkat.

Ilustrasi. (Foto : Okezone,com)

"Sebaran penyakit akan sejalan aktivitas sosial manusia. Oleh karena itu, perlu dibatasi. Kenapa? Karena kami yakini banyak kasus positif tanpa gejala, dengan gejala minimal sehingga subjektif tidak ada gejala, yang masih ada di tengah kita," tutur Yurianto.

Ia mengingatkan, sejak awal pemerintah selalu menyerukan jaga jarak aman merupakan strategi guna menekan virus corona. Namun, kenyataannya hal itu masih kurang diterapkan masyarakat.

Baca Juga : Pemerintah: 450 Ribu Alat Rapid Test Sudah Didistribusikan ke Seluruh Indonesia

"Sejak awal physical distancing jadi kunci suskses pelaksanaan pengendalian penularan Covid-19. Saat ini dirasa perlu untuk perkuat ini, karena dalam beberapa hari terakhir masih ditemukan ketidakefektifan pelaksanaan ini akibat belum disiplin masyarakat," tutur Yurianto.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini