nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jakarta Segera Terapkan PSBB, Ini Bedanya dengan Lockdown

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 08:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 08 337 2195859 989-kKgawmvxs4.JPG Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (Foto: Okezone.com/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat, 10 April 2020 mendatang. PSBB bisa diartikan sebagai pembatasan kegiatan tertentu dalam suatu wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Lantas, apa perbedaannya dengan lockdown? Berikut Okezone akan menjabarkan masing-masing definisi dan batasan keduanya.

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menegaskan bahw pihaknya akan menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Ibu Kota pada 10 April 2020. Status PSBB nantinya akan berlangsung selama 14 hari dan bisa saja diperpanjang.

PSBB merupakan pembatasan aktivitas yang meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, kegiatan keagamaan dan fasilitas umum, hingga moda transportasi. Penerapan PSBB sudah mengantongi izin dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto melalui surat bernomor HK.01.07/Menkes/239/2020 yang diteken pada Selasa, 7 April 2020.

Permenkes yang berisi 19 pasal tersebut ialah aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Permenkes ini menyebutkan bahwa PSBB adalah pembatasan kegiatan penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk mencegah penyebaran.

Sehubungan dengan pelaksanaan PSBB dari Permenkes Nomor 9 tahun 2020 berikut poin-poin yang perlu diketahui masyarakat:

Pasal 13 - Pembatasan kegiatan

(1) Pelaksanaan PSBB meliputi :

a. Peliburan sekolah dan tempat kerja

b. Pembatasan kegiatan keagamaan;

c. Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum;

d. Pembatasan kegiatan sosial dan budaya

e. Pembatasan moda transportasi; dan

f. pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Driver Ojol

(2) PSBB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang yaitu 14 hari dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.

(3). Peliburan sekolah dan tempat kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikecualikan bagi kantor atau instansi strategis yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

(4) Pembatasan kegiatan keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan dalam bentuk kegiatan keagamaan yang dilakukan di rumah dan dihadiri keluarga terbatas, dengan menjaga jarak setiap orang.

(5). Pembatasan kegiatan keagamaan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaksanakan dengan berpedoman pada peraturan perundangan-undangan, dan fatwa atau pandangan lembaga keagamaan resmi yang diakui oleh pemerintah.

(6). Pembatasan kegiatan di tempat umum atau fasilitas umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilaksanakan dalam bentuk pembatasan jumlah orang dan pengaturan jarak orang.

(7). Pembatasan tempat atau fasilitas umum sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dikecualikan untuk :

a. Supermarket, minimarket, pasar, toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar minyak, gas, dan energi

b. Fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas lain dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan

c. Tempat atau fasilitas umum untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk lainnya termasuk kegiatan olahraga

(8). Pengecualian sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan pembatasan kerumunan orang serta berpedoman pada protokol dan peraturan perundang-undangan.

(9). Pembatasan kegiatan sosial dan budaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilaksanakan dalam bentuk pelarangan kerumanan orang dalam kegiatan sosial dan budaya serta berpedoman pada pandangan lembaga adat resmi yang diakui pemerintah dan peraturan perundang-undangan.

Penumpang KRL

(10). Pembatasan moda transportasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dikecualikan untuk :

a. Moda transportasi penumpang baik umum atau pribadi dengan memperhatikan jumlah penumpang dan menjaga jarak antar penumpang

b. Moda transportasi barang dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk

(11) Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f dikecualikan untuk kegiatan aspek pertahanan dan kemanan dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan, serta mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan tetap memperhatikan pembatasan kerumunan orang serta berpedoman kepada protokol dan peraturan perundangan-undangan.

Hingga kini, DKI Jakarta merupakan provinsi pertama yang bakal menerapkan PSBB. Hal itu menyusul izin yang telah dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto.

Lockdown

Lockdown merupakan istilah yang diambil dari bahasa Inggris yang berarti mengunci. Sehingga, bila istilah tersebut dipakai dalam penanganan Covid-19 berarti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah, hingga Indonesia.

Adapun tujuan mengunci akses masuk maupun keluar tersebut untuk menutup aktivitas masyarakat yang ada di daerah maupun negara Indonesia.

Sehingga, aktivitas sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan perusahaan harus ditutup dan tidak diperbolehkan beraktivitas. Sehingga, aturan jam malam pun akan diterapkan.

Pemerintah berulang kali menegaskan bahwa tidak akan mengambil opsi lockdown. Meski demikian, lockdown telah dilakukan oleh otoritas Kota Wuhan, China hingga Italia, Singapura, dan Malaysia. Langkah lockdown diambil setelah penyebaran virus corona di negara tersebut menjangkit banyak warganya.

Lockdown mungkin bisa saja ampuh menekan laju penyebaran virus corona, lantaran masyarakat mau tidak mau harus dipaksa tetap di rumah selama diberlakukan kebijakan itu. Semua toko ditutup begitu juga dengan kantor, sekolah, hingga tempat ibadah. Alhasil, penularan Covid-19 antar orang akan sulit terjadi.

Namun, tidak semua wilayah efektif memberlakukan lockdown. Segala konsekuensinya tentu akan dirasakan masyarakat, seperti mengalami gangguan kecemasan parah, perasaan terisolasi, bahkan stres atau depresi. Laju roda ekonomi pun akan terkena imbas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini