nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Petugas Medis Covid-19: Jangankan Minum, ke Toilet Saja Sulit

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 21:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 07 337 2195731 kisah-petugas-medis-covid-19-jangankan-minum-ke-toilet-saja-sulit-PnfswcHTGT.jpg Petugas medis (Foto: Yaomi Suhayatmi)

DEPOK - Demi menjalankan tugasnya agar bisa menyelamatkan nyawa orang lain sekaligus melindungi diri sendiri agar terhindar dari penularan Covid-19, begitu berat perjuangan tim medis yang berada di #gardaterdepan. Tim medis dan paramedis yang bertugas di lembaga kesehatan harus bertaruh nyawa.

Untuk itu, Alat Pelindung Diri (APD) menjadi wajib digunakan dengan menerapkan standar yang sudah ditentukan lembaga kesehatan dunia, WHO. APD yang dikenakan harus melindungi kepala, wajah, baju, sarung tangan, dan pelindung kaki.

“Berat ya Mbak?” tanya Okezone kepada salah seorang petugas medis di RSU Bunda, Depok yang kemudian diketahui bernama Selvy, “Banget beratnya,” jawabnya.

Dengan APD lengkap seperti ini, tentu bukan hal yang nyaman apalagi harus tetap aktif bergerak. “Berat ini karena ini lengkap dari ujung kepala sampai kaki semuanya harus terlindungi. Nggak boleh ada celah,” tutur wanita yang bertugas sebagai analis laboratorium ini.

Baca Juga: Soal JPS, Jokowi: Prioritaskan Keluarga Miskin, Pengangguran & Setengah Menganggur 

infografis seputar corona

Bahkan, ruang ber-AC tidak membuatnya merasa sejuk, “Gak ngaruh biar di ruang AC juga, tetap aja gerah, soalnya APD ini lumayan tebal, belum lagi masker dan kacamata ini, panas Mbak,” tuturnya.

Meski begitu, rasa gerah akibat perlengkapan APD yang dikenakan ini tak begitu terasa ketika sibuk melayani pasien. “Kalau udah sibuk malah enggak berasa kalau gerah, yang jadi fokus cuma gimana caranya kerjaan cepat selesai dan tentunya dengan baik tanpa ada kesalahan,” tuturnya lagi.

Selain gerah, menurut Selvy, kacamata pelindung yang ukurannya menutupi setengah bagian wajah yang dikenakannya juga membuat pandangannya sering kabur.

“Ini kacamatanya gede banget, kalau melihat ini kadang suka buram. Jadi harus benar-benar ekstra fokus,” akunya.

Jika sudah mengenakan APD lengkap seperti ini, Sevly dan rekan-rekannya biasanya sudah bersabar selama 8 jam, atau saat tugas mereka selesai. “Kalau masih pakai APD seperti ini jangankan minum, pipis aja harus ditahan,” tuturnya.

Ia juga tak menampik dalam menjalankan tugasnya ini, ia kerap dilanda rasa was-was, namun semua itu ia kembalikan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, “Pasti lah mbak takut, namanya dalam situasi seperti saat ini, tapi ya kita tawakal saja Insya Allah semuanya baik-baik saja, kita kan harus semangat,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Minta Warga Jakarta Patuhi PSBB 

Meski harus menjalani tantangan dengan mengenakan APD selama bertugas Selvy mengaku bangga karena bisa turut memberikan sumbangsih bagi masyarakat yang saat ini sedang berjuang melewan Covid-19. Dia berharap, masyarakat bisa melindungi diri agar terhindar dari penyebaran virus ini.

Dengan adanya pandemi ini, Selvy juga mengaku lebih bersemangat untuk menyelesaikan pendidikannya agar bisa lebih banyak berbuat sesuatu untuk Indonesia. “Saya sekarang lagi kuliah lagi di Stikes,sebelumnya saya ambil pendidikan Analis Kesehatan,” tuturnya lembut.

Sepertinya ia tersenyum, meski senyumnya tak bisa dilihat karena bibirnya tertutup di balik masker dan pelindung kepalanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini