nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Non-Aktif Bengkayang Dituntut 6 Tahun Penjara

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 18:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 07 337 2195672 jaksa-kpk-tuntut-bupati-non-aktif-bengkayang-6-tahun-penjara-zBGHeQDSUk.jpg ilustrasi

JAKARTA - Bupati non-aktif Bengkayang, Suryadman Gidot dituntut enam tahun penjara oleh tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak hanya itu, Jaksa juga menuntut Suryadman untuk membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Jaksa KPK meyakini Suryadman terbukti bersalah karena menerima suap senilai Rp340 juta terkait sejumlah proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang tahun 2019. Uang suap diterima dari lima orang kontraktor, melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bengkayang Alexius.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Jaksa Trimulyono melalui sidang yang digelar lewat video conference, Selasa (7/4/2020).

Adapun, hal- hal yang meringankan Jaksa dalam melayangkan tuntutan terhadap Suryadman yakni karena terdakwa berlaku sopan selama pemeriksaan di persidangan, mengakui, berterus terang dan menyesali perbuatannya.

"Selain itu, terdakwa belum sempat menikmati uang suap tersebut," ujar Jaksa Trimulyono.

Sementara untuk hal yang memberatkan, Jaksa menilai perbuatan Suryadman tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Tak hanya Suryadman, Jaksa juga menuntut perantara suap yakni mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bengkayang, Alexius dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Adapun, para pemberi suap yakni Rodi; Yosef; Nelly Margaretha; Bun Si Fat dan Pandus telah divonis bersalah dalam kasus ini. Mereka divonis dengan masing-masing hukumannya.

Baca Juga : 144 Jamaah yang Dikarantina di Masjid Kebon Jeruk Negatif Corona

Dalam perkara ini, Suryadman Gidot melalui Alexius diduga menerima suap sekitar Rp340 juta dari Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Fat dan Pandus yang merupakan rekanan Pemkab Bengkayang.

Suap ini diberikan lantaran lima orang swasta itu mendapat proyek sejumlah pekerjaan dengan skema penunjukkan langsung di Dinas PUPR. Untuk satu paket pekerjaan penunjukan langsung dimintakan setoran sebesar Rp20-25 juta, atau minimal sekitar 10% dari nilai maksimal pekerjaan penunjukkan langsung yaitu Rp200 juta.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini