Direktur Perusahaan Swasta Diperiksa KPK soal Korupsi Izin Tambang di Konawe Utara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 07 April 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 07 337 2195292 direktur-perusahaan-swasta-diperiksa-kpk-soal-korupsi-izin-tambang-di-konawe-utara-qO09fdYDKo.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait pemberian izin pertambangan eksplorasi dan eksploitasi dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara tahun 2007-2014. Pengusutan itu ditandai dengan pemanggilan dua saksi pada hari ini.

Kedua saksi yang dipanggil KPK untuk diperiksa yakni, Direktur PT Adi Purayasa Abadi, Erwin Budisantosa dan Karyawan PT Harita Group, Said Azis. Keduanya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk penyidikan tersangka Aswad Sulaiman (ASW).

"Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ASW," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/4/2020).

Diketahui sebelumnya, Mantan Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Aswad Sulaiman ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait izin tambang di wilayahnya. Aswad diduga merugikan negara hingga Rp2,7 triliun.

Baca juga: KPK Periksa Sejumlah Saksi Usut Korupsi Izin Tambang di Konawe Utara

Dalam kerugian negara yang sebanding dengan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP tersebut, Aswad diduga telah menguntungkan delapan perusahaan tambang lewat pemberian kuasa perizinan pertambangan.

Dimana, Aswad telah memuluskan SK (Surat Keputusan) kuasa pertambangan eksplorasi kepada delapan perusahaan itu. Dari proses tersebut, Aswad pun mendapatkan imbalan uang dugaan suap sebesar Rp13 miliar.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini