nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNPB: 500 Ribu Lebih Alat Rapid Test Covid-19 Sudah Didistribusikan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 06 April 2020 20:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 06 337 2195128 bnpb-500-ribu-lebih-alat-rapid-test-covid-19-sudah-didistribusikan-RPPtdxZq2U.jpg Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo (foto: ist)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan, pemerintah sudah mendistribuskian 500 ribu lebih alat rapid test dalam mendeteksi penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Jadi total yang sudah terdistribusi itu bisa mencapai lebih dari 500 ribu unit,” kata Doni dalam rapat virtual dengan komisi VIII DPR RI, Senin (6/4/2020).

Meskipun pemerintah sudah mendistribusikan 500 ribu alat rapid test, Doni menilai alat tersebut tersebut tidak efektif dalam mendeteksi virus corona. Hal ini dikarenakan tidak semua alat cocok digunakan di Indonesia.

“Kemudian ternyata juga rapid test ini tidak semuanya efektif. Oleh karenanya ke depan kita lebih banyak mendatangkan PCR test. Jadi tetap kita lakukan rapid test ini. Hanya memang perlu konsekuensi, biasanya tidak cukup satu kali untuk rapid test ini,” papar Doni.

 Korban Covid-19

“Dan juga beberapa ada yang diperiksa dengan rapid test itu negatif, setelah diperiksa dengan PCR positif. Ada juga sebaliknya, ketika diperiksa menggunakan rapid test hasilnya positif, ketika diperiksan oleh PCR negatif. Jadi ini juga menjadi persoalan,” imbuhnya.

Lebih jauh Doni mencontohkan, alat rapid test yang digunakan di Spanyol tidak cocok dinegaranya, namun ketika dibawa ke Indonesia alat tersebut ampuh. Maka dari itu, dia menekankan pemerintah bakal menyeleksi alat rapid test yang cocok digunakan di Indonesia.

“Jadi memang, apa namanya, secara medis masih banyak perdebatan dari beberapa pakar. Tetapi kami coba kumpulkan semua jenis rapid test nanti mana yang paling akurat, itu yang akan kita perbanyak,” tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini