nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuaca Tropis Indonesia Lemahkan Virus Corona, DPR: Sesuai dengan Penelitian BMKG

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 06 April 2020 19:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 06 337 2195106 cuaca-tropis-indonesia-lemahkan-virus-corona-dpr-sesuai-dengan-penelitian-bmkg-BIDETyLloM.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Beberapa hari lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, bahwa faktor cuaca turut berpengaruh terhadap pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Pernyataan Jokowi kemudian diperkuat dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Dia berkata cuaca di Indonesia yang tropis bisa melemahkan virus corona, hal ini kemudian menuai kontroversi di masyarakat lantaran dianggap menyesatkan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni memandang, statment yang dilontarkan oleh Presiden Jokowi dan Menko Luhut dipastikan memiliki sumber data terkait yang akurat.

“Pastinya Pak Jokowi dan Pak Luhut juga tidak akan berbicara kalau tidak ada datanya,” ungkap Sahroni dalam keterangannya kepada Okezone di Jakarta, Senin (6/4/2020).

 Korban Covid-19

Lantaran membuat konflik, Badan Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) pun membenarkan kedua pernyataan Jokowi dan Luhut tersebut. Apalagi sudah ada kajian dari Tim BMKG dan Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.

“Jadi dalam hal ini, saya mengapresiasi hasil penelitian dari tim BMKG dan UGM terkait penemuan mengenai penyebaran virus ini,” jelas Sahroni.

Meski demikian, Sahroni menegaskan, bahwa hasil kajian ini harusnya tidak membuat pemerintah Indonesia menjadi lengah dalam menanggulangi penyebaran virus corona adalah dari satu orang ke orang lainnya.

“Kan tim kajiannya juga merekomendasikan bahwa supaya faktor suhu dan kelembapan udara ini dapat mendukung pengurangan resiko dan penyebaran wabah, namun tetap saja harus ada pembatasan ketat atas mobilitas penduduk dan interaksi sosial,” katanya.

“Tapi tetap saja, hasil kajian ini tidak boleh membuat kita lengah. Social distancing perlu terus ditegaskan, dan ini penting sekali. Karena tetap saja, interaksi antar orang, itu yang bikin penyebaran virus ini makin menyebar,” tutup Sahroni.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini