nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Konflik Sosial Akibat Covid-19, Perangkat Desa Diminta Jalankan Perannya

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Minggu 05 April 2020 11:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 05 337 2194373 cegah-konflik-sosial-akibat-covid-19-perangkat-desa-diminta-jalankan-perannya-LHJOeEV7WP.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengimbau perangkat pemerintahan di desa, dari kepala desa hingga RT-RW menjalanlan perannya, dalam upaya memutus rantai virus corona (Covid-19). 

Kepala Balilatfo Kemendes PDTT, Eko Sri Haryanto mengatakan, peran yang harus dilakukan perangkat desa mulai dari membuat pranata sosial baru.

Dengan begitu, dia berharap tak ada lagi konflik sosial di desa, seperti penolakan penguburan pasien positif corona yang meninggal dunia. Juga tak boleh ada penolakan terhadap tamu yang datang ke sana.

“Contohnya aturan baru dalam menerima tamu, dalam pemakaman, termasuk kegaiatan-kegiatan keamanan lingkungan itu, diatur oleh kepala desa diputuskan dalam peraturan desa. Sehingga tidak terjadi lagi penolakan terhadap misalnya pemakaman dan sebagainya. Mereka diberikan pengertian tentang hal itu,” ucap Eko dalam siaran langsung yang ditayangkan BNPB, Minggu (5/4/2020).

Baca juga: Kemendes: 4.556 Desa Sudah Miliki Relawan Desa Tanggap Covid-19

Menurut Eko hal ini penting dilakukan, agar tidak terjadi dampak yang sifatnya psikologis sehingga mereka menjadi ketakutan, menjadi panik dan sebagainya. 

Kemudian, lanjut Eko, perangkat desa harus mengelola arus data dan informasi secara baik. Dia tak ingin masyarakat menjadi cemas karena informasi yang tidak jelas dan tidak diketahui kebenarannya.

Infografis Okezone

“Jangan sampai nanti masyarakat menjadi cemas karena informasi-informasi yang tidak jelas. Harus bisa menjelaskan dengan baik bahwa penularan dan sebagainya itu harus jelas kepada masyarakat,” ujarnya.

Atas dasa itulah Eko mengharapkan kepala desa, ketua RW dan RT dapat bekerja memberikan informasi secara real time kepada wargannya, mengenai pandemi corona ini. Maka dari itu, mereka harus memberikan informasi melalui jejaring media Whatsapp Group hingga website resmi.

“Jadi dia harus ada misalnya membuat WA grup, mungkin ada yang membuat websitenya dan sebagainya supaya mereka bisa mebgetahui informasi yang dilakukan oleh desa,” katanya.

Lebih jauh perangkat desa juga harus mengambil inisiatif memitigasi dampak sosial, terutama terkait kegiatan yang dalam kondisi darurat yang tidak bisa dilakukan. Misalnya misalnya keagamaan, kebudayaan dan kegiatan sosial lainnya.

“Jadi bagaimana kalau misalnya dampak sosialnya kegiatan kondisi darurat yang tidak bisa diberlakukan contohnya misalnya keagamaan, kebudayaan, mereka harus diberikan informasi. Jangan sampai nanti terjasi kerumuman, dia harus taat kepada anjuran pemeritnah, taat anjuran MUI dan sebagainya,” jelas Eko.

“Lalu kegiatan kegiatan masyarakat yang terdampak eknomi yang tadi juga karena sudah terpitus pekerjaannya bahkan dari luar daerah yang sudah masuk ke desa dan sebagainya harus mulai didata, karena mereka tetap akan punya bagian dari pengaman sosial,” imbuhnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini