nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjelasan BMKG Mengenai Pengaruh Suhu Terhadap Pandemi Covid-19

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 21:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 04 337 2194235 penjelasan-bmkg-mengenai-pengaruh-suhu-terhadap-pandemi-covid-19-TINWzwZ10B.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyampaikan jika faktor iklim menjadi keuntungan tersendiri, bagi negara-negara yang memiliki temperatur, dan kelembaban tinggi seperti Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19.

Namun Menko Luhut menekankan, physical distancing juga tetap menjadi faktor utama, karena jika hal tersebut tidak dilakukan dengan ketat, maka keuntungan dari faktor temperatur tersebut tidak lagi berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati membenarkan apa yang disampaikan oleh Menko Luhut, terkait negara yang memiliki temperatur dan kelambapan tinggi seperti Indonesia, dalam menangani Covid-19.

“Sebenarnya yang disampaikan Pak Luhut itu betul, iklim itu membantu. Namun, dampaknya itu delay, tidak seketika dampaknya berkurang, perlu waktu untuk alam bekerja. Ya meskipun ada penyebaran, tetapi itu tidak murni, itu karena dibawa orang, alias mobilitas penduduk yang massif,” terang Dwikorita dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2020).

 Korban Covid-19

Kata Dwikorita, menurut ahli mikrobiologi, untuk suhu yang rendah (9 derajat kurang) dan kelembaban rendah (kering), imunitas respon tubuh itu akan melemah sehingga daya tahan untuk menangkal virus menjadi turun. Kalau temperatur naik, imunitas pun meningkat. Terlebih melihat perkiraan bulan April hingga Agustus, rata-rata suhu bisa 30-32 derajat.

“Jadi kita ini beruntung karena cuacanya tidak ideal untuk perkembangan Covid-19, dengan catatan masyarakatnya itu patuh, menjaga physical distance, tinggal di rumah, tidak keluyuran ke mana-mana,” tambahnya.

Dwikorita pun menyampaikan, masyarakat harusnya bisa manfaatkan keuntungan iklim tropis ini untuk memperkuat imunitas di bawah matahari pada jam yang tepat.

Sementara itu, Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi juga menyampaikan bahwa hasil kajian tersebut tidak serta merta membuat pemerintah menjadi lengah, dan menjadikan hal tersebut sebagai landasan untuk mengambil kebijakan terkait penanganan Covid-19.

“Menko Luhut menyampaikan, pemerintah akan selalu bekerja keras dengan melihat segala masukan dari berbagai kajian untuk mencari pilihan terbaik yang dapat diterapkan di Indonesia dengan segala karakteristiknya. Kita harus bekerja bersama dengan semua unsur untuk mencari solusi terbaik,” kata Jodi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini