nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Pasien Positif Corona Berhasil Sembuh karena Selalu Optimis

Wisnu Yusep, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 08:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 04 337 2193995 cerita-pasien-positif-corona-berhasil-sembuh-karena-selalu-optimis-bgohdp6tJD.JPG Ilustrasi (Foto: Ist)

BEKASI - Raut bahagia tarpancar jelas dari wajah Arief Rahman Hakim, seorang warga Kota Bekasi, Jawa Barat. Betapa tidak, usai menjalani perawatan selama hampir 20 hari di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kota Bekasi, ia akhirnya berhasil sembuh total dari virus corona (Covid-19) yang menjangkitinya.

Alhasil, dia pun bisa menghirup udara bebas, pasca-menjalani isolasi akibat terinfeksi virus menular asal negeri Tiongkok itu. Awalnya, Arief tidak menyangka akan terkena virus corona. Dia merupakan orang dengan kasus Covid-19 pertama di Bekasi.

Berkat perjuangannya yang pantang menyerah, pria 42 tahun itu bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan para sahabat.

"Alhamdulillah saya setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 20 hari, sekarang saya sudah dinyatakan sembuh," kata Arif saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Ketidakpercayaannya akan terpapar virus corona lantaran Arief mengaku sama sekali tidak pernah bersinggungan dengan orang-orang yang terpapar virus tersebut.

"Memang saya orang yang rutinitasnya tinggi, saya pada bulan Februari memang kerap keluar daerah untuk keperluan bisnis. Tetapi saya enggak thau kenanya di mana, karena virus itu kan enggak keliatan," papar Arief.

Kendati begitu, dengan rutinitas yang begitu tinggi dirinya merasakan staminanya drop dan merasakan demam tinggi disertai dengan batuk-batuk. Karena tak dihiraukan, akhirnya sakitnya itu dianggap biasa saja.

"Saya tanggal 9 Maret drop, saya kemudian berobat, tetapi ketika itu tidak dirawat. Itu analisa awal. Tetapi pada Selasa malamnya saya drop lagi sampai-sampai di rumah batuk. Batuknya kering disertai demam, sehingga saya masuk ke Mitra Keluarga," kata dia.

Infografis COVID-19

Namun demikian, bukan malah mereda batuk yang dialaminya semakin menjadi-jadi, yang akhirnya dirinya kesulitan bernapas. "Kemudian di rumah sakit jam 8 malam saya dibawa ke IGD, semua dianalisa, difoto thorax, hasilnya mengejutkan paru-paru saya rusak," kisahnya.

Padahal, lanjutnya, selama beraktifitas dirinya sudah menjalani hidup sehat, tidak bersinggungan langsung dengan rokok apalagi yang namanya minuman beralkohol. Namun, berdasarkan analisa, dirinya dinyatakan oleh pihak rumah sakit yang disampaikan ke keluarga bahwa paru-parunya rusak, semacam ada bercak putih.

"Ketika itu saya harus menunggu ruangan, karena enggak dapat kamar. Kondisi saya semakin buruk, dan saya pasien dengan kondisi yang sudah mengkhawatirkan," tutur Arief.

Kemudian masa perawatan pun berlangsung. Dia setiap pagi selalu dianalisa, yang pada akhirnya dalam waktu satu minggu kondisi dirinya semakin memburuk.

"Ketika itu memang dicek secara rutin, selau di lihat perkembangan. Satu minggu kondisi saya tidak menjukan tanda-tanda baik," kata dia.

Namun demikian dihari ke-9 setelah menjalani perawatan, dirinya diberitahu oleh dokter yang menangani bahwa kondisinya sudah semakin membaik.

"Dokter melalui kertas HPS memberitahu saya bahwa hasilnya tidak menyangka, kondisi saya membaik setelah satu minggu dinyatakan buruk," kata dia.

Karena ingin merasa sembuh, dirinya pun berusaha tetap tegar dan berusaha menujukan bahwa sakit yang diidapnya itu bisa sembuh.

"Intinya selama menjalani perawatan itu saya harus tetap gembira dan memutuskan tidak memegang handphone, termasuk hiruk pikuk lainnya," kata dia.

Rasa optimisme terus bergelora di benak Arief. Dia yakin bahwa sang pencipta akan mengambulkan setiap doa, sehinga dirinya tetap selalu memotifasi diri, meskipun dalam narik napas saja kesulitan.

"Saya selalu optimis, sekalipun ketika itu sakitnya minta ampun, pokoknya kalau saya tidak motiviasi diri, saya tidak akan kembali berkumpul dengan keluarga," katanya.

Infografis COVID-19

"Saya minta buku bacaan, karena itu teman saya. Saya enggak ada teman ketika menjalani isolasi. Itu secara otomasi, saya diisolasi, teman saya hanya Allah, saya enggak menyangka positif corona. Tapi saya selalu membuang bisikan-bisikan itu, saya harus sembuh, di luar sana ada anak saya, dan teman yang mungkin masih membutuhkan saya," ulasnya.

Tak lupa dia berpesan kepada seluruh pasien positif corona untuk tetap semangat dan optimis bisa mengalahkan virus corona, karena dengan optimis bisa sembuh maka hal itu akan membawa energi kesembuhan.

"Intinya itu selalu positif dan semangat. Memang tidak mudah, tetapi setidaknya dengan semangat membawa hasil tubuh kita tetap terjaga. Karena dengan berfikir positif, itu menjadi salah satu modal agar kondisi tetp fit tetap bugar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini