Peristiwa 4 April: Gempa di India Tewaskan 20 Ribu Orang

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 04 April 2020 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 04 337 2193966 peristiwa-4-april-gempa-di-india-tewaskan-20-ribu-orang-05Sm4GwdgI.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Sejumlah peristiwa pernah terjadi dan menjadi catatan sejarah pada 4 April. Seperti Pulau Miangas jatuh ketangan Hindia-Belanda hingga tewasnya aktivis HAM Martin Luther King Jr.

Okezone kembali mengenang peristiwa yang terjadi pada 4 April yang dikutip berdasarkan sumber Wikipedia, berikut ulasannya:

1905 - 20 Ribu Orang Tewas saat Gempa di India

Gempa dahsyat di wilayah Kangta, India, ini terjadi pada 1905. Akibat gempa tersebut sebanyak 20 ribu orang meninggal dunia.

Setelah gempa ini, sejumlah pihak langsung melakukan langkah-langkah preventif agar korban jiwa tidak bertambah banyak.

1928 - Jatuhnya Pulau Miangas ke Tangan Hindia Belanda

Miangas adalah pulau terluar Indonesia yang terletak paling utara dekat perbatasan Indonesia dengan Filipina. Pulau ini termasuk ke Desa Miangas, Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Miangas adalah salah satu pulau yang tergabung dalam gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Filipina. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sehingga rawan masalah perbatasan terorisme serta penyelundupan.

Belanda menguasai pulau ini sejak 1677. Filipina sejak 1891 memasukkan Miangas ke wilayahnya. Miangas dikenal dengan nama La Palmas dalam peta Filipina.

Belanda kemudian bereaksi dengan mengajukan masalah Miangas ke Mahkamah Arbitrase Internasional. Mahkamah Arbitrase Internasional dengan hakim Max Huber pada 4 April 1928 memutuskan Miangas sah menjadi milik Belanda (Hindia Belanda) kini Indonesia.

1949 - Penandatanganan Perjanjian Nato

Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada 1949. Berdirinya NATO sebagai bentuk dukungan terhadap persetujuan Atlantik Utara yang ditandatangani di Washington DC pada 4 April 1949.

Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V yang berisi: Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.

Selanjutnya mereka setuju bahwa jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota akan menggunakan hak mempertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti tertuang dalam Pasal 51 Piagam PBB

Dalam pasal itu dijelaskan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.

1952 - Koalisi Partai Masyumi dan PNI di Pemerintah

 

Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Council of Indonesian Muslim Associations) atau disingkat menjadi Masyumi adalah sebuah partai politik Islam terbesar di Indonesia selama era demokrasi liberal. Partai ini dilarang pada 1960 oleh Presiden Soekarno karena diduga mendukung pemberontakan PRRI.

Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 7 November 1945, sebuah organisasi baru bernama Masyumi terbentuk. Dalam waktu kurang dari setahun, partai ini menjadi parpol terbesar dan berada di pemerintahan.

Pada 1952, saat itu Wilopo dari Partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi perdana menteri dan Sultan Hamengkubuwono IX menjabat menteri pertahanan.

1968 - Aktivis HAM Martin Luther King Tewas Jr. Dibunuh

Martin Luther King Jr. adalah pendeta baptis dan aktivis hak asasi manusia (HAM) asal Amerika Serikat yang menjadi juru bicara dan pemimpin gerakan hak sipil pada 1954 sampai 1968.

Ia dikenal karena menuntut hak sipil dengan cara non-kekerasan dan ketidakpatuhan sipil sesuai ajaran Kristen dan terinspirasi oleh aktivisme damai Mahatma Gandhi.

Pada 14 Oktober 1964, King dianugerahi nobel perdamaian atas jasanya melawan kesenjangan ras melalui perlawanan damai. Pada 1965, ia ikut memimpin Pawai Selma ke Montgomery.

Tahun selanjutnya, King dan SCLC membawa gerakan ini ke Chicago untuk menyoroti persoalan segregasi perumahan. Menjelang akhir hayatnya, ia mulai menyoroti kemiskinan dan perang Vietnam.

Pada 1968, King merencanakan pendudukan rakyat di Washington DC dengan judul Poor People's Campaign, tetapi ia dibunuh oleh James Earl Ray pada April 4 di Memphis, Tennessee.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini