nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ragam Cerita Pasien Sembuh dari Virus Corona

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 06:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 04 337 2193965 ragam-cerita-pasien-sembuh-dari-virus-corona-8FpSMp9Gd1.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Wabah virus corona atau Covid-19 terus menyebar di berbagai negara di dunia. Menurut data worldmeters per Jumat 3 April 2020 sekira pukul 22.04 WIB kasus terkonfirmasi Covid-19 lebih dari satu juta orang atau 1.044.167 dan yang meninggal mencapai 55.311 pasien. Namun, dari angka itu ada pula ratusan ribu pasien yang sembuh sebanyak 222.332 jiwa.

Di Indonesia, pasien positif corona sudah menyentuh angka 1.986 pasien. Korban meninggal 181 jiwa dan sembuh 134 orang. Sejauh ini, angka pasien yang sembuh di Indonesia memang tak sebanyak mereka yang meninggal. Namun, dari sana tentu masih ada harapan untuk sembuh.

 infografis seputar corona

Dari jutaan pasien yang terjangkit virus baru ini, Okezone akan merangkum ragam cerita dari beberapa pasien di Indonesia yang berhasil sembuh dari virus yang belum ditemukan vaksinnya itu, Sabtu 4/4/2020), berikut ulasannya:

1. Pasien corona pertama di Bekasi

Arief Rahman Hakim kini sudah tersenyum lebar setelah mampu berjuang menghadapi virus corona dengan menjalani perawatan selama 20 hari di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi, Jawa Barat.

Pria 42 tahun itu kini sudah dinyatakan sembuh total dan bisa berkumpul bersama keluarganya. Arief tak menyangka dia bisa terinfeksi virus tersebut, perjalanannya ke beberapa daerah pada Februari lalu membuat kondisi fisiknya drop secara tiba-tiba.

Alhasil, ia pun harus menjalani perawatan, setelah sembilan hari dirawat dokter menyatakan kondisinya semakin membaik. "Dokter melalui kertas HPS memberitahu saya bahwa hasilnya tidak menyangka, kondisi saya membaik setelah satu minggu dinyatakan buruk," tuturnya.

Arief sadar betul dirinya harus tetap semangat untuk menghadapi musibah tersebut. Menurutnya salah satu hal penting adalah keinginan untuk sembuh.

"Saya selalu optimis, sekalipun ketika itu sakitnya minta ampun, pokoknya kalau saya tidak motivasi diri, saya tidak akan kembali berkumpul dengan keluarga," katanya.

Selama perawatan Arief mengaku ditemani dengan buku bacaan. Baginya buku adalah salah satu teman yang ampuh untuk menemaninya 'membunuh' waktu saat menjalani isolasi. Dan bagian terpenting adalah selalu berdoa kepada Tuhan.

"Saya minta buku bacaan, karena itu temzn saya. Saya gak ada teman ketika menjalani isolasi. Itu secara otomasi, saya diisolasi, temen saya hanya Allah, saya gak menyangka positif corona. Tapi saya selalu membuang bisikan-bisikan itu, saya harus sembuh, di luar sana ada anak saya, dan teman yang mungkin masih menbutuhkan saya," tuturnya.

2. Pasien Corona di Kota Malang : Corona Bukan Aib 

Satu dari tiga pasien positif corona di Kota Malang, Jawa Timur membagi pengalamannya kepada masyarakat. Pasien yang juga mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya bernama Rhesa HW ingin perjuangannya melawan corona bisa bermanfaat.

Bagi Rhesa, menderita Covid-19 bukanlah suatu aib yang memalukan, melainkan hal biasa dari efek sebuah wabah yang semua orang bisa mengalaminya.

"Terjangkit Covid-19 atau virus corona bukan suatu yang memalukan, tapi ini semua orang bisa mengalaminya," jelas Rhesa dalam keterangan yang diterima Okezone, Kamis 2 April 2020 lalu.

Ia berpesan bagi orang-orang yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), suspect, atau bahkan yang telah divonis positif corona untuk tidak panik dan mengesampingkan pikiran masyarakat.

"Jangan panik dan jangan terlalu memikirkan pandangan masyarakat, yang penting sembuh. Bagi yang dirawat di rumah sakit ikutilah prosedur petugas kesehatan dan fokus sembuh saja," tegasnya.

Dia juga mengimbau agar orang-orang yang sehat tidak perlu berlebihan terhadap pasien corona. "Yang sehat jangan takut sama yang sedang dalam pengawasan. Ikuti prosedur pemerintah. Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan, dan makan makanan bergizi," terangnya.

3. Pasien Corona Pertama di di Indonesia

Tentu masih melekat dalam ingat saat Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ada warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus corona yakni Sita, Maria dan Ratri yang diberi identitas sebagai pasien 01,02, dan 03 kala itu.

Ketiganya merupakan satu keluarga, mereka kini sudah sembuh total dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga.

Ratri sempat mengenang kejadian sewaktu dirinya bersama ibunda, Maria dan sang adik Sita di ruang isolasi. Ratri mengenang, walau harus diisolasi, ia mengaku tenang dan senang karena bisa dekat dengan adik dan ibunya. Meskipun hanya bisa saling menyapa dari balik pintu kamar masing-masing.

“Hari pertama masuk kamar isolasi saya senang banget karena kamarnya ibu dan Sita itu sebrangan depan sama kamar saya. Pas masuk, kami bertiga dadah-dadah. Hanya bisa telfonan dan menyapa dari balik jendela yang ada di pintu kamar,” terang Ratri, sebagaimana dikutip BBC Indonesia, Rabu 18 Maret 2020.

Ratri, berpesan kepada sesama pasien untuk tidak kehilangan semangat, tidak perlu panik dan harus fokus pada penyembuhan diri.

“Tetap semangat, pokoknya fokus ke self-healing dulu krn ini benar-benar bisa sembuh dan sehat lagi. Kita hanya harus hati-hati, jaga diri, disiplin dan fokus buat sembuh. Kalian semua bisa sakit, dan yang baru tahu kalau positif jangan panik. Semuanya pasti bisa sembuh,” pesan Ratri.

Sedangkan Sita mengingatkan untuk orang-orang yang sudah mengalami gejala, seperti batuk, demam, atau bahkan hingga sesak nafas tidak perlu ragu dan takut untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Sekaligus tidak perlu takut juga untuk diisolasi, sebab isolasi tidaklah sehoror yang dibayangkan.

“Untuk yang memiliki gejala, jangan takut untuk cek ke dokter. Jangan takut untuk diisolasi, karena tidak semenyeramkan dengan apa yang dibayangkan," tambah Sita.

4. Rico Sihombing Merasa Tak Seseram yang Dibayangkan

Rico Sihombing adalah salah satu dari sekian banyak pasien Covid-19. Namun, Rico merasa bahwa virus corona tak semenyeramkan yang dibayangkan banyak orang.

Rico menuturkan, sebelum didiagnosa corona, awalnya gejala yang ia rasakan adalah batuk-batuk, hingga merasakan sesak napas, tersengal-sengal ketika bicara. Lalu ia pergi untuk swabtest ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“15 Maret 2020 itu saya tes swab, hasil keluar tanggal 17 Maret dan hasilnya positif. Tapi sudah diisolasi di rumah sakit pertama sejak 14 Maret 2020. Lalu setelah positif di 17 Maret 2020 itu, keesokan harinya dipindah ke ruang isolasi rumah sakit rujukan sampai sekarang,” ungkap Rico.

Rico diisolasi RSKD Duren Sawit. Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini menuturkan, sebagai pasien Covid-19 tentu merasa puas, dengan penanganan di ruang isolasi rumah sakit tersebut.

“Di ruang isolasi berdua dalam satu kamar di RSKD Duren Sawit, kalau dilihat penampakannya dari luar kalah keren dibandingkan rumah sakit swasta," katanya.

Rico mengaku diberikan obat chloroquine sebagai obat generik hingga akhirnya sembuh. Rico mengimbau pada masyarakat untuk tidak perlu takut agar segera memeriksakan diri, jika mengalami gejala Covid-19. Karena menurutnya, pemerintah siap untuk menangani pasien.

Pemerintah juga sudah melaksanakan dengan benar protokol penanganan Covid-19 ini. "Saya share ini agar bisa menguatkan saudara-saudara kita yang sedang terbaring sama dengan saya, bahwa harapan sembuh itu ada dan nyata," bebernya.

"Kalau ada merasakan gejala demam tinggi, batuk dan sesak segera periksakan diri dan kalau dirujuk untuk dirawat ya dijalani saja karena pemerintah sudah siap untuk itu," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini