Indonesia Masuk Pancaroba, Kasus DBD Bisa Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 03 April 2020 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 03 337 2193707 indonesia-masuk-pancaroba-kasus-dbd-bisa-meningkat-di-tengah-pandemi-corona-5MwlllAGNW.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Pemerintah mengingatkan masyarakat agar mewaspadai meningkatnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang bisa terjadi saat perubahan musim atau pancaroba di wilayah Indonesia pada April hingga Mei 2020. Manfaatkan waktu di rumah dengan membersihkan sarang nyamuk.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat memaparkan perkembangan kasus corona di Indonesia melalui konferensi pers disiarkan langsung secara streaming dari Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

“Produktif di rumah, lebih baik jangan pertaruhkan apapun keluar rumah tanpa ada kepentingan mendesak, lindungi kelarga kita (dari virus corona),” kata dia.

Yurianto yang merupakan dokter senior sekaligus Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengingatkan soal ancaman meningkatnya kasus DBD saat pancaroba.

“Perlu saya ingatkan pada pancaroba bulan April-Mei, tingkat kasus DBD meningkat. Jangan sampai ini memperburuk pandemi Covid-19, lakukan pembersihan sarang nyamuk, waktu kita (sekarang) banyak di rumah,” ujarnya.Virus corona

Di sisi lain, Yurianto mengingatkan masyarakat agar berperan dalam mencegah penularan corona. Menurutnya sejumlah fasilitas kesehatan menghadapi Covid-19 yang disiapkan pemerintah tak ada artinya jika semuanya sakit.

“Mari sama-sama menjaga, putuskan kontak langsung dengan yang psotif (corona), jaga jarak, upayakan lebih dari 1-2 meter, hindari kontak langsung, hindari tempat yang sesak berkumpul, ini kunci. Kita enggak pernah tahu siapa di sekitar kita yang sakit,” katanya.

Kemudian rajin mencuci tangan karena corona banyak menyebar lewat droplet atau percikan cairan tubuh dari batut maupun bersin.

“Transmisi penyakit ini banyak droplet akibat batuk, bersin kenai benda lain, kita pegang dengan tangan dan akhirnya sentuh mulut dan mata. Oleh karena itu cuci tangan 20 detik.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini