Jaksa KPK Tuntut Eks Anggota DPR Sukiman 8 Tahun Penjara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 01 April 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 01 337 2192554 jaksa-kpk-tuntut-eks-anggota-dpr-sukiman-8-tahun-penjara-6UfUoHN55g.jpg Sukiman (Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Sidang tuntutan perkara dugaan suap yang menyeret mantan anggota Komisi XI DPR RI, Fraksi PAN Sukiman digelar secara virtual alias online. Sidang sengaja digelar secara virtual guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona (Covid-19).

Dalam sidang tersebut, Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Sukiman dengan pidana delapan tahun penjara. Selain itu, Sukiman juga dituntut untuk membayar denda R500 juta subsidair enam bulan kurungan.

"Menyatakan terdakwa Sukiman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Jaksa Wawan Yunarwanto melalui video conference, Rabu (1/4/2020).

Baca Juga: Eks Anggota DPR Sukiman Didakwa Terima Suap Rp2,65 Miliar dan USD22 Ribu 

ilustrasi foto: ist

Jaksa juga menuntut pidana tambahan terhadap Sukiman berupa denda senilai Rp2,65 miliar dan 22 ribu dolar Amerika Serikat. Tak hanya itu, JPU juga menuntut agar hak dipilih dalam jabatan publik Sukiman dicabut selama lima tahun setelah yang bersangkutan menjalani pidana pokok.

Tuntutan itu diberikan lantaran JPU KPK meyakini Sukiman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menerima suap Rp2,65 miliar dan 22 ribu dolar Amerika Serikat. Suap itu dimaksudkan untuk meloloskan alokasi anggaran dari APBN Perubahan tahun anggaran (TA) 2017 dan APBN TA 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan mantan Kasie Perencanaan DAK Fisik Kemenkeu, Rifa Surya dan Tenaga Ahli DPR dari Fraksi PAN, Suherlan. Adapun uang suap berasal dari mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Natan Pasomba, Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy, serta dua rekanan Dinas PU Pegunungan Arfak bernama Nicolas Tampang Allo dan Sovian Lati Lipu.

Dalam mengajukan tuntutan ini, jaksa mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Sukiman dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan Sukiman tidak mengakui perbuatannya.

"Hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan, terdakwa memiliki tanggungan Keluarga," kata Jaksa Wawan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini