300 Siswa Setukpa Polri di Sukabumi Positif Corona

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 01 April 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 01 337 2192409 300-siswa-setukpa-polri-di-sukabumi-positif-corona-WBSeM4c9n5.png Karonpenmas Polri, Brigjen Argo Yuwono (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono menyatakan bahwa, berdasarkan hasil rapid test, setidaknya ada 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri Sukabumi, Jawa Barat, yang dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19.

Argo menegaskan, sebanyak 1.550 jumlah siswa Setukpa Polri sudah melakukan pemeriksaan tes cepat virus corona. Namun hasilnya hanya ada 300 siswa dinyatakan positif terpapar virus tersebut.

"1.550 kami lakukan rapid tes, jadi ditemukan ada 300 siswa dari hasil rapid tes ini kan ingin tahu kondisi imun tubuh makanya setelah kami lakukan rapid tes ada sekitar siswa positif rapid tes 300," kata Argo dalam jumpa pers live streaming di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2020).

Argo mengungkapkan, dengan adanya hasil tersebut, 300 siswa didik Polri itu akan diperlakukan sebagaimana Orang Dalam Pengawasan (ODP). Hal itu diputuskan setelah jajaran Polri dari Pusdokkes, SSDM Polri dan Karo Psikologi Polri meninjau langsung Setukpa.

"Dengan adanya tersebut maka dari 300 itu karena daya tahan tubuh makanya kami anggota kami lakukan anggota itu seperti ODP. Selama 14 yang bersangkutan diberi vitamin C, injeksi, tablet, isolasi mandiri, olahrga ringan dan berjemur dan rontgen," ujar Argo.

Disisi lain, 1.550 siswa Setukpa itu sudah menjalani rontgen dan hasilya masih dinyatakan normal. Sedangkan, yang 300 siswa dinyatakan positif nantinya akan diperlakukan beda dalam menjalani perawatan.

"Hasil rontgen semuanya normal dari siswa yang rapid tes tadi. Tetapi kami perlakukan ada tambahakan vitamin, makan biar yang bersangkutan daya tahan tubuh kuat dan diberi terapi oleh psikologi seperti trauma healing kemudian motivasi biar semangat semuanya," papar Argo.

Meskipun begitu, siswa-siswa itu nantinya setelah menjalani isolasi selama 14 hari, nantinya akan dilakukan uji SWAB agar bisa mengetahui secara meyakinkan apakah memang pasti terjangkit virus corona.

"Nanti setelah 14 hari akan dilakukan SWAB biar ketahui daripada kondisi siswa tadi. Intinya bahwa ini sekarang kami jaga, kami beri imunisasi kemudian akan kami SWAB biar kami tahu persis apa yang bersangkutan positif corona atau tidak," ujar Argo.

Awal mula temuan kasus positif ini, dijelaskan Argo, bermula dari adanya siswa yang mengalami demam saat mengikuti pendidikan. Kemudian, setelah itu akhirnya ada sembilan yang dirujuk ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, lantaran diindikasikan terpapar corona.

"Kemudian kami lakukan rujuk ke Kramat Jati (RS Polri), ada 7 awalnya 7, tambah 8, jadinya 9, 1 DBD, setelah di rontgen ada seperti kabut, dan akhirnya kami rujuk biar jelas sakit apa. Sembilan orang menurut dokter itu normal sudah baik. Kami masij menunggu kapan bisa dipulamgkan dokter tapi 9 tadi normal dan baik," ucap Argo.

Dengan adanya temua awal itu, akhirnya diputuskan untuk dilakukan rapid tes kepada 1.550 siswa Setukpa. Ternyata, 300 orang dinyatakan positif corona.

"Dengan adanya hal itu, Kemudian dari sisanya 1.550 kami lakukan rapid tes, jadi ditemukan ada 300 siswa dari hasil rapid tes ini kan ingin tahu kondisi imun tubuh makanya setelah kami lakukan rapid tes ada sekitar siswa positif rapid tes 300," tutup Argo.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini