DPR Pertanyakan SOP Lantaran Ada Polisi Membentak saat Bubarkan Kerumunan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 31 Maret 2020 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 31 337 2191854 dpr-pertanyakan-sop-lantaran-ada-polisi-membentak-saat-bubarkan-kerumunan-WxvpLL9r6o.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir mempertanyakan perihal standar operasional prosedur (SOP) Polri dalam membubarkan masa untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pertanyaan itu dilontarkan Adies kepada Kapolri Jendral Idham Azis saat rapat virtual dengan Komisi III DPR. Menurut Adies masih ada anggota Polri yang membubarkan masyarakat dengan cara membentak sebagaimana yang viral di media sosial belakangan.

"Mengenai SOP kepolisian di lapangan dalam menjalakan hal ini (membubarkan massa), karena kami melihat vial masih ada (anggota) Polri yang membentak-bentak," kata Adies, Selasa (31/3/2020).

Meski demikian, Politikus Partai Golkar ini turut mengapresiasi beberapa petugas yang sudah membubarkan massa yang berkerumun secara persuasif. "Itu sangat baik penangannya, persuasif pendekatannya," terang Adies.

Merespons pertanyaan itu, Kapolri Idham Azis menekankan dirinya setiap hari selalu mengirimkan surat telegram rahasia (TR) yang berisikan arahannya untuk bersikap represif dalam membubarkan massa.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Kita Harus Belajar dari Negara Lain, tapi Tak Bisa Menirunya Begitu Saja

Dia pun berterima kasih atas adanya masukan masih adanya anggota Korps Bhayangkara yang tak menjalankan prosedur sesuai SOP. Idham berjanji Polri kedepannya bakal humanis dan memberikan pelayana terbaik kepada masyarakat.

"Ya kalau memang ada beberapa wilayah SOP kami kurang-kurang pas kemarin yang viral, tiap hari kita juga ingatkan anggota kita untuk selalu melakukan yang terbaik dan humanis lagi. Sehingga ke depannya tentu Polri lebih baik," pungkas Idham.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini