nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istana: Hati-Hati terhadap Jasa Penawaran Keringanan Kredit

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 00:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 30 337 2191496 istana-hati-hati-terhadap-jasa-penawaran-keringanan-kredit-F87zc2Rnfq.JPG Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman (Foto: iNews TV)

JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan meminta masyarakat untuk berhati-hati bila ada pihak yang menawarkan jasa untuk mengurus keringanan kredit di bank maupun leasing.

"OJK juga mengingatkan agar berhati hati terhadap tawaran jasa pengurusan untuk keringanan kredit/leasing. Pihaknya meminta komunikasi dengan saluran resmi bank/leasing," ujar Fadjroel dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Pemerintah memberikan relaksasi dan restrukturisasi pinjaman kredit UMKM terdampak Covid-19. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Fadjroel memaparkan, terdapat tiga syarat yang harus dipenuhi nasabah bila ingin menjadi penerima manfaat terhadap aturan tersebut.

Pertama, syarat minimal debitur yang bisa mendapatkan keringanan kredit adalah debitur terkena dampak Covid-19 dengan nilai kredit atau leasing di bawah Rp10 miliar, dan untuk antara lain pekerja informal, penghasilan harian, usaha mikro dan usaha kecil.

Pada Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020, Pasal 2 ayat (1) Yang dimaksud dengan debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19 termasuk debitur usaha mikro, kecil, dan menengah adalah debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada bank karena debitur atau usaha debitur terdampak dari penyebaran Covid-19, baik secara langsung ataupun tidak langsung pada sektor ekonomi antara lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.

Infografis COVID-19

"Adapun keringanan dapat diberikan dalam periode 1 tahun diantaranya dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok/bunga, perpanjangan waktu, atau hal lain yang ditetapkan oleh bank/leasing," terang Fadjroel.

Lalu, debitur juga bisa mengajukan kepada bank/leasing dengan menyampaikan permohonan melalui saluran komunikasi bank/leasing. Dan jika dilakukan secara kolektif, misalnya melalui perusahaan, maka direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank/leasing.

Kedua, untuk debitur yang tidak termasuk dalam poin di atas, bank/leasing memiliki kebijakan keringanan kredit/leasing, sehingga debitur dapat berkontak langsung melalui sarana komunikasi yang selama ini digunakan, dan tetap tidak perlu hadir atau tatap muka.

Ketiga, nasabah bisa melapor kepada bank/leasing jika ada pihak debt collector yang melakukan teror atau tidak sesuai ketentuan. Laporan ke OJK dapat diajukan dengan menyebutkan nama, perusahaan bank/leasing, dan masalah yang dihadapi via telepon 157, WhatsApp (WA) 081157157157, atau email ke konsumen@ojk.go.id.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini