Cegah Penyebaran Corona, Aceh Berlakukan Jam Malam hingga 29 Mei

Windy Phagta, Okezone · Senin 30 Maret 2020 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 30 337 2190998 cegah-penyebaran-corona-aceh-berlakukan-jam-malam-hingga-29-mei-9slzyQYUGE.jpg Ilustrasi (Okezone)

Meningkatnya jumlah warga Aceh dalam status orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), menjadi alasan diberlakukannya jam malam.

“Di Aceh juga sudah terdapat kasus positif Covid-19 serta orang yang meninggal karena wabah tersebut. Melalui pemberlakuan jam malam ini diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan meluasnya penyebaran virus corona,” sebut Nova.

Pemberlakuan jam malam bukan hal baru di Aceh. Saat Aceh masih dilanda konflik bersenjata antara GAM dan TNI-Polri sebelum terjadinya tsunami pada akhir 2004, sejumlah daerah di Aceh juga memberlakukan jam malam di mana warga tak boleh keluyuran di luar rumah.  

Sebelumnya, dalam rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh terkait penanganan covid-19 di Meuligoe Gubernur Aceh, 17 Maret lalu, telah diputuskan sejumlah poin untuk ditindak lanjuti penanganan corona.

Salah satu poin dalam rapat saaat itu adalah melakukan pembatasan aktifitas di luar rumah secara tegas, dengan tetap memperhatikan aspek HAM dan ketentuan hukum.

Hingga kini di Provinsi Aceh terdapat 5 pasien positif, sejumlah desa juga telah memberlakukan lockdown secara mandiri, hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini