nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Penyebaran Corona, Aceh Berlakukan Jam Malam hingga 29 Mei

Windy Phagta, Jurnalis · Senin 30 Maret 2020 09:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 30 337 2190998 cegah-penyebaran-corona-aceh-berlakukan-jam-malam-hingga-29-mei-9slzyQYUGE.jpg Ilustrasi (Okezone)

BANDA ACEH - Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh mengeluarkan maklumat bersama pemberlakuan jam malam. Ini diputuskan setelah ditemukan lima kasus positif Covid-19 di Aceh.

Kebijakan ini dikeluarkan untuk membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah pada malam hari, dengan harapan penyebaran virus corona dapat diputuskan. Pemberlakuan jam malam tersebut mulai berlaku sejak Minggu 29 Maret 2020 sampai dengan Jumat 29 Mei 2020.

Maklumat ditandatangani oleh Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar; Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah; Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada; Pangdam Iskandar Muda Mayjen Teguh Arief Indratmoko, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Irdam.

 Virus corona

Di antara poin penting dari maklumat tersebut, adalah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di luar sejak pukul 20.30 WIB sampai dengan pukul 05.30 WIB.

“Pengelola kegiatan usaha tidak membuka warung kopi/cafe, tempat makan dan minum, pasar, swalayan, mall, karoke, tempat wisata, tempat olahraga, dan angkutan umum pada penerapan jam malam. Kecuali bagi angkutan umum yang melayani kebutuhan pokok masyarakat, dilengkapi dengan surat tugas atau dokumen yang menjelaskan aktivitas kerja,” ujar Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam salinan maklumat diterima Okezone, Senin (30/3/2020).

Dia meminta agar bupati dan wali Kota di Aceh melakukan pembinaan dan pengawasan kepada pengusaha dan masyarakat terhadap penerapan jam malam.

Meningkatnya jumlah warga Aceh dalam status orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), menjadi alasan diberlakukannya jam malam.

“Di Aceh juga sudah terdapat kasus positif Covid-19 serta orang yang meninggal karena wabah tersebut. Melalui pemberlakuan jam malam ini diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan meluasnya penyebaran virus corona,” sebut Nova.

Pemberlakuan jam malam bukan hal baru di Aceh. Saat Aceh masih dilanda konflik bersenjata antara GAM dan TNI-Polri sebelum terjadinya tsunami pada akhir 2004, sejumlah daerah di Aceh juga memberlakukan jam malam di mana warga tak boleh keluyuran di luar rumah.  

Sebelumnya, dalam rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh terkait penanganan covid-19 di Meuligoe Gubernur Aceh, 17 Maret lalu, telah diputuskan sejumlah poin untuk ditindak lanjuti penanganan corona.

Salah satu poin dalam rapat saaat itu adalah melakukan pembatasan aktifitas di luar rumah secara tegas, dengan tetap memperhatikan aspek HAM dan ketentuan hukum.

Hingga kini di Provinsi Aceh terdapat 5 pasien positif, sejumlah desa juga telah memberlakukan lockdown secara mandiri, hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini