nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandemi Corona, Ini Penjelasan Mahfud MD soal Lockdown dan Karantina Wilayah

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 28 Maret 2020 07:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 28 337 2190301 pandemi-corona-ini-penjelasan-mahfud-md-soal-lockdown-dan-karantina-wilayah-lxBpXh1bgo.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan jika pemerintah tidak akan memberlakukan lockdown, akan tetapi karantina wilayah, untuk meminimalisir penyeberan Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Pria kelahiran Kabupaten Sampang, 13 Mei 1957 itu menjelaskan perbedaan antara Lockdown dengan karantina wilayah.

"Pemerintah tidak akan memberlakukan lockdown, tetapi akan memberlakukan karantina wilayah, orang sering menyamakan karantina wilayah dan lockdown, padahal keduanya berbeda," kata Mahfud MD dalam video yang diterima Okezone, Sabtu (28/3/2020).

Menurutnya, istilah karantina wilayah sudah tercatat di dalam UU Nomor 6 Tahun 2018, Tentang Kekarantinaan Kesehatan, mengatur tentang tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, hak dan kewajiban, Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan di Pintu Masuk, penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan di wilayah, Dokumen Karantina Kesehatan, sumber daya Kekarantinaan Kesehatan, informasi Kekarantinaan Kesehatan, pembinaan dan pengawasan, penyidikan, dan ketentuan pidana.

 korona

"Karantina wilayah itu adalah istilah resmi dalam UU Nomor 6 tahun 2018, yang memang di perintahkan pemerintah membuat peraturan tentang karantina wilayah dengan sebuah peraturan pemerintah dan RPB (Rencana Penanggulangan Bencana)-nya sudah ada lama," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengumumkan perkembangan terbaru dari pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19, pada Jumat 27 Maret 2020.

Tren penyebaran jumlah pasien pun kembali bertambah. Dari data terbaru yang diumumkan, pasien positif terinfeksi bertambah sebanyak 1.046. Sementara itu, untuk pasien yang dinyatakan sembuh bertambah menjadi 46 orang. Sedangkan, pasien meninggal dunia menjadi 87 orang.

Dari pertama kali diumumkannya virus corona masuk ke Indonesia jumlah pasien terus bertambah. Begitupula dengan kasus kematian dan yang dinyatakan sembuh. DKI Jakarta pun sampai saat ini masih tercatat menjadi provinsi yang paling banyak warganya terjangkit virus corona.

Pemerintah Indonesia melalui gugus tugas percepatan penanganan virus corona pun melakukan beragam upaya guna menekan angka penyebaran virus tersebut.

Antisipasi itu mulai dari Cocial Distancing hingga kekinian Physical Distancing atau jaga jarak diri. Tak hanya itu, masyarakat pun diimbau untuk mengurangi aktivitas diluar rumah yang tidak terlalu penting.

Bahkan, Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawan swasta juga diterapkan Work For Home (WFH) guna menekan angka penyebaran. Meskipun, masih ada masyarakat yang harus kerja ke lapangan demi mencari nafkah.

TNI dan Polri pun sudah melakukan upaya pencegahan. Mulai dari melarang seluruh kegiatan yang menghadirkan kerumunan massa seperti resepsi pernikahan, seminar ataupun hal lainnya. Itu dilakukan sementara selagi corona masih menjadi pandemi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini