MUI Imbau Masyarakat Patuhi Anjuran Pemerintah untuk Tak Mudik Saat Lebaran

Fadel Prayoga, Okezone · Sabtu 28 Maret 2020 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 28 337 2190274 mui-imbau-masyarakat-patuhi-anjuran-pemerintah-untuk-tak-mudik-saat-lebaran-P5xAOzrHku.jpg Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengimbau masyarakat mematuhi anjuran pemerintah agar tak melakukan mudik saat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah mendatang. Sebab, serangan virus corona (Covid-19) sudah semakin mengganas, yakni sudah menyebar ke 28 provinsi di Indonesia.

"Masalah mudik lebaran tahun ini hendaknya benar-benar dipikirkan matang-matang dan benar-benar memperhatikan saran dan ketentuan dari pemerintah," kata Anwar kepada Okezone, Sabtu (28/3/2020).

Ia menyebut, bila umat musli di Tanah Air bersikukuh untuk pulang kampung, ditakutkan nanti malah membawa virus corona ke sanak saudaranya yang belum terinfeksi virus corona.

"Jangan sampai gara-gara tidak memperhatikan ketentuan yang ada akhirnya kita tertimpa oleh penyakit yang tidak kita inginkan. Atau gara-gara kita orang lain tertular penyakit yang tidak mereka inginkan," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan Bukhari dikatakan bahwa jika seseorang mendengar ada wabah di suatu wilayah atau negeri maka janganlah memasukinya.

Ilustrasi. (Foto : Okezone,com)

"Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada maka janganlah kamu keluar dan meninggalkan tempat kamu tersebut. Ini artinya kita menurut ajaran agama tidak boleh mencelakakan diri kita sendiri dan mencelakakan orang lain," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta agar masyarakat tidak kembali ke kampung halaman atau menunda mudik sementara. Hal itu untuk menghindari meningkatnya penularan dan penyebaran Covid-19 yang disebabkan virus corona baru itu.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid-19, Masyarakat Diminta Tunda Pulang Kampung

""Tidak perlu meninggalkan rumah, tidak perlu berpergian yang jauh, tidak perlu kemudian berpergian bersama keluarga menuju ke tempat lain yang jauh. Risiko akan sangat besar terkait hal itu," kata , Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini